Kang Yoto : Human of proud Adalah Kunci Sukses Pembangunan

372

bengawanpost.com, Bojonegoro – Telah terlaksana pelatihan input dokumen via online pada hari kamis (17/03/2016) jam 08.30-12.00 di gedung Griya Dharma Kusuma (GDK) Bojonegoro Jawa Timur, yang diadakan oleh Exxon Mobile Cepu Limited (EMCL) sebagai bentuk CSRnya dan di hadiri kontraktor lokal. Tujuan acara ini untuk memahami cara input dokumen via online secara benar bagi para pelaku kontraktor sebagai penyedia jasa atau barang agar lebih mudah melakukan proses pelelangan dan proses pengadaannya juga menjadi lebih efisien.

Dalam sambutan pembukaan, Bupati Bojonegoro Kang Yoto menyampaikan tentang arti penting “ Human of Proud” adalah kunci sukses pembangunan. “Pada kesempatan pelatihan ini, gunakan sebaik mungkin dan berkompetisilah untuk mendapatkan sesuatu secara professional dengan menyertakan semua tanggung jawab dan pengalaman, jangan cuma menjual bendera atau omongan saja, caranya yakni dengan menjadi perusahaan yang nyata bukan perusahaan papan nama, dan sesudah sukses tetaplah bergaya hidup hemat untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutur mantan Rektor UMG ini.

Acara ini sebagai bentuk komitmen kerjasama EMCL dalam mendampingi kontraktor lokal untuk membantu mereka meningkatkan standar mereka, proses pengadaannya, dan menjaga baku mutu yang ketat. “Semua ini untuk membantu perusahaan tersebut agar dapat menangani proyek pada skala ini. Dan agar pengalaman proyek ini dapat digunakan sebagai pembelajaran untuk mengerjakan proyek lainnya dengan lebih efisien,” papar dia.

Ichwan menjelaskan, lebih dari 150 perusahaan dan koperasi dari Bojonegoro mengikuti pelatihan pengenalan proses pengadaan. “Tujuannya untuk memberi wawasan pengetahuan pelaku usaha lokal mengenai standar pengadaan proyek dan cara untuk terlibat dalam proses penawaran,” pungkasnya

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Chairaini, tentang pelatihan tata cara pemasukan dokumen secara elektronik (eRFI, eRA, eRFX) di EMCL, dan para peserta yang semuanya menggunakan laptop begitu antusias mengikuti pelatihan ini, dengan aktifnya bertanya meski hand out materi sudah dibagikan. “Proses pengadaan itu dimulai dari pengumuman tender (koran/bulletin board), pendaftaran tender (manual), pemasukan dokumen kualifikasi (RFI-melalui sistem online), pemasukan dokumen penawaran (RFP-melalui sistem online) dan akhirnya negosiasi (reverse auction-melalui system online), ” terang Chairaini. [Team]

LEAVE A REPLY