Kang Yoto : Hapus Kebodohan dan Kemiskinan dengan Keterampilan Kerja

345
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto bersama pelajar dalam "Pengukuhan orang tua asuh bagi warga miskin dan anak putus sekolah", di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (13/03/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bertempat di SMA N 1 Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (13/03/2017). Bupati Bojonegoro, Kang Yoto mengukuhkan orang tua asuh bagi warga miskin dan anak putus sekolah di wilayah selatan, yang meliputi Kecamatan Gondang, Sekar, Margomulyo, Ngraho, Tambakrejo, Ngambon, dan Ngasem.

Pengukuhan yang diikuti Kades, Kepala UPT, Kepala Puskesmas, Pengawas, Penilik sekolah, Kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK di Kecamatan – Kecamatan tersebut, merupakan sebuah terobosan Bojonegoro untuk menghapus kemiskinan, dan meningkatkan angka partisipasi pendidikan di semua kalangan khususnya anak – anak usia sekolah.

“Menurut data CAPILDUK jumlah anak usia sekolah (7-18 th) di Kecamatan Ngraho, Margomulyo, Ngasem, Ngambon, Tambakrejo, Sekar, Gondang ini berjumlah 48.281 anak. Sedang jumlah anak putus sekolah 10.595 anak, dan Rumah Tangga Miskin berjumlah 33.545,” ujar Kadis Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Drs. Hanafi dalam laporannya.

Hal senada juga diungkapkan Camat Ngasem, Mahmudin. Menurutnya ia sangat mendukung program orang tua asuh tersebut. Karena berdasarkan data dari UPTD ada 8732 orang miskin di Ngasem ini, bahkan dari 17 Desa di Kecamatan Ngasem, ada 13 Desa yang mata pencaharian sebagian besar masyarakatnya hanya sebagai pengarap lahan Perhutani.

Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto, saat sambutan "Pengukuhan orang tua asuh bagi warga miskin dan anak putus sekolah", di Kecamatan Gondang, Sekar, Margomulyo, Ngraho, Tambakrejo, Ngambon, dan Ngasem, Senin (13/03/2017).
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto, saat sambutan “Pengukuhan orang tua asuh bagi warga miskin dan anak putus sekolah”, di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (13/03/2017).

Sementara dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro, Kang Yoto meminta peran aktif sekolah dalam menyelesaikan masalah kemiskinan dan Kebodohan (Anak Putus Sekolah, Red.) di Bojonegoro ini. Caranya sekolah mengajarkan keterampilan hidup bagi para muridnya, sehingga kelak para murid tersebut memiliki bekal keterampilan hidup, dan berfikir kreatif.

“Sekolah harus melatih siswanya ketrampilan bekerja. Contohnya SMA 1 Ngasem sebagai Smart School atas prakarsa Bu Yoto ini, telah memanfaatkan setiap lahannya secara maksimal. Lahannya  ada yang ditanami pohon pisang, ada yang ditanami padi, bahkan pohon pisang tersebut sekarang setiap 2 minggu sekali sudah bisa panen,” tandas Kang Yoto.

Selanjutnya untuk mewujudkan sekolah sebagai garda terdepan menghapus kemiskinan dan kebodohan di Bojonegoro ini, lanjut Kang Yoto. Maka sekolah itu harus punya “Desa Mitra”. Sehingga ketika ada anak putus sekolah atau tidak mampu untuk melanjutkan sekolah maka Desa Mitra bisa membantu untuk membantu anak putus sekolah tersebut.*[Bp]

LEAVE A REPLY