Kang Yoto, Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Temayang Bojonegoro

362
Foto : Kang Yoto Hadiri Sedekah Bumi di Temayang Bojonegoro

Bengawanpost.com, BojonegoroKomandan Posramil (Danposramil) 04 Temayang, Kodim 0813 Bojonegoro, Pelda Bowo, turut serta mengikuti tradisi sedekah bumi, di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu, (03/08/2016).

Acara yang dilangsungkan di Sendang Templek Desa setempat berlangsung sangat meriah. Pasalnya, yang pada tahun ini dihadiri Bupati Bojonegoro, Suyoto, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Fraksi PAN, Kuswiyanto.

Warga sejak pagi berduyun-duyun mendatangi lokasi acara, mereka membawa berbagai hasil bumi dan makanan yang ditempatkan di Rinjing, kerajinan tangan dari bambu.

Sembari menunggu kedatangan Bupati dan Anggota DPR-RI serta tamu undangan yang lainya, warga yang berkumpul itu mendengarkan alunan kesenian khas Desa setempat yaitu Langen tayub. Sambutan pun disuguhkan oleh panitia acara ketika Bupati dan rombongan tampak kelihatan, dengan menaiki kuda Bupati serta rombongan menuju pusat acara.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengharapkan kita selalu menjaga iman dengan kebaikan. Termasuk saat ini, juga kita harus mensyukuri rezeki dari Tuhan.

“Termasuk rezeki mendapatkan air, sehingga jangan dirusak atas rezeki yang telah kita dapat itu,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan bahwa bumi merupakan ibu Pertiwi yang harus dijunjung tinggi. Untuk itu, jangan sampai dirusak dan jika sedikit saja alam itu ternoda, maka sama halnya kita merusak penguasa.

“Banyak yang telah diberikan bumi kepada kita, yang berpijak diatasnya. Tentu itu, tidak bisa dihitung oleh kita,” tegas Bupati Bojonegoro, Suyoto.

Sementara itu, senada juga diungkapkan oleh Kuswiyanto, Anggoro Komisi VIII DPR-RI, bahwa budaya seperti ini harus tetap dilestarikan serta harus mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.

“Sebab, perwujudan dari rasa syukur itu bermacam-macam. Menghormati alam dengan mengadakan kegiatan seperti ini sangat bagus, dan kami mendukungnya untuk dilestarikan budaya masyarakat ini,” terangnya.

Usai acara seremonial itu, warga kemudian makan bersama-sama sebagai wujud rasa syukur atas rezeki yang didapat. Acara semakin lengkap dengan iringan seni Langen tayub, yang merupakan kesenian asli Desa setempat. [Bp]

LEAVE A REPLY