Kang Yoto Dukung Cabup Yang Ungguli Pembangunan Surabaya

484
Foto : Para Bacabup yang akan maju Pilkada Kabupaten Bojonegoro tahun 2018. Yakni Ketua YSB - Unigoro, Mas Arief Januarso (Baju Putih), Heru Suroso (Berkopyah Hitam), saat menghadiri Rakor Pembangunan Desa, Rabu (05/07/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Kang Yoto menjelang masa akhir jabatannya, mengajak kepada para Bakal Calon Bupati (Bacabup) yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2018 mendatang, untuk bersama-sama meneruskan program pembangunan yang telah dicanangkan dan dilaksanakan.

Hal itu disampaikan Kang Yoto dalam Rakor pembangunan desa yang dihadiri sejumlah Bacabup, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Para Camat bersama Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan, Kepala Desa (Kades) dan Sekertaris Desa (Sekdes) Se-Bojonegoro, Ketua Partai Politik, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Acara yang bertempat di Pendopo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (05/07/2017) ini, tamapak dihadiri Pelaku usaha dan UMKM di Bojonegoro, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Perkumpulan gereja dan tokoh lintas agama, juga Blogger dan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta media massa Se-Bojonegoro.

Selain itu, Kang Yoto menyampaikan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, angka kemiskikan Bojonegoro terus turun tiap tahunnya. Pada tahun 2015 lalu, jumlah penduduk miskin sebanyak 193.990 jiwa (15,71 persen), dan turun menjadi 180.990 jiwa (14,60 persen) pada 2016. Dengan penurunan tersebut menjadikan Bojonegoro berhasil keluar dari 10 besar kabupaten termiskin di Jawa Timur.

“Sekarang kita berada di peringkat sebelas. Ini pertama kalinya dalam sejarah, Bojonegoro yang dulunya dikenal sebagai daerah endemis kemiskinan, sekarang berhasil keluar melebihi kabupaten lain seperti Tuban, Lamongan, Gresik, dan Pacitan,” kata Kang Yoto.

Kang Yoto menambahkan, dengan keberhasilan ini menjadikan Bojonegoro sekarang menjadi model percontohan di tingkat Jatim sebagai Kabupaten yang mampu keluar dari zona merah Kabupaten Termiskin.

”Kalau dulu Bojonegoro selalu menjadi contoh Kabupaten Termiskin di Jatim. Tapi sekarang kita menjadi contoh Kabupaten yang berhasil keluar dari kemiskinan,” tegas Kang Yoto.

Namun demikian, dirinya menghimbau agar tidak cepat puas dengan capaian ini. Karena dengan berkurangnya angka kemiskinan ini, perlu dicermati pula jika sekarang ini masih ada warga yang hidupnya di bawah garis kemiskinan.

Angka kemiskinan di Bojonegoro, menurut Kang Yoto, bisa bertambah dan menurun ke depannya. Bisa turun, kata dia, apabila program-program yang dilaksanakan sekarang ini dapat berjalan maksimal. Yakni Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC), Penciptaan lapangan usaha dan pekerjaan dengan menarik industri masuk desa.

Lalu adapula program Peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan keterampilan, Gerakan ayo sekolah wajib belajar 14 tahun, dan Transparansi anggaran sesuai dengan implementasi open government partnership (OGP).

”Karena hidup di Bojonegoro lebih mudah menjadi warga miskin, daripada menjadi kaya. Sebab 95 persen warga di sini hanya memiliki lahan kurang 0,5 ha. Dan, itu sesuai BPS sudah masuk kategori miskin. Artinya, modal menjadi orang miskin itu sudah dimiliki warga Bojonegoro,” jelas Kang Yoto.

Untuk itu, lanjut dia, diperlukan kolaborasi dan sinergitas dari semua pihak mulai dari Politisi, Pengusaha, Pemerintah, Media Massa, Pelaku IT, dan Eleman masyarakat lainnya untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan di Bojonegoro.

”Untuk menurunkan kemiskinan ini tidak bisa dilakukan tanpa Pengusaha. Karena merekalah yang menciptakan lapangan usaha dan pekerjaan bagi masyarakat. Untuk itu, saya akan memberikan kelonggaran pajak dan kemudahan perizinan bagi investor yang membuka usahanya di pedesaan,” ujarnya.

Apa yang diraih Bojonegoro sekarang ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak. Karena itu, Kang Yoto berharap pondasi yang telah dibangun ini dapat diteruskan oleh pemerintahan berikutnya. Bahkan dirinya akan sepenuhnya akan mendukung Bacabup yang berkomitmen membangun Bojonegoro melebihi Surabaya.

”Sekarang ini saya telah membuktikan janji kampanye saya dulu, akan membangun Bojonegoro melebihi Lamongan. Mudah-mudahan para Bacabup ada yang memiliki janji membangun Bojonegoro melebihi Surabaya, dan jika ada marilah kita dukung bersama-sama untuk menyukseskannya,” pungkas Bupati dua periode disambut tepuk tangan meriah.

Sementara itu, sebelum mengakhir rakor tersebut, Kang Yoto juga membuka tanya jawab dan menyaring masukan untuk pembangunan Bojonegoro kedepan dari peserta. Selain itu meminta kepada para Bacabup yang hadir untuk berdiri.

Adapun Bacabup yang hadir adalah Mas Arief Januarso, yang saat ini menjabat Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB) – Universitas Bojonegoro (Unigoro), Selanjutnya Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono, Sukir, Heru Suroso, Bambang Laras Muji Satoto (Bimbim), Kuswiyanto, dan Ana Muawanah. *[Bp]

LEAVE A REPLY