Kalahkan Rekor USA, WASI Pecahkan Rekor Dunia Selam

72
Foto : Ketua Wanita Selam Indonesia (WASI), Tri Tito Karnavian tunjukkan plakat Rekor Human Chain di Guinness World Record (GWR), Kamis (01/08/2019).

Bengawanpost.com, Jakarta – Organisasi Wanita Selam Indonesia (WASI) yang diketuai Tri Tito Karnavian berhasil pecahkan rekor dunia selam. WASI memecahkan rekor Rangkaian Penyelam Terpanjang di Bawah Air yang diikuti oleh 578 penyelam pria dan wanita.

Rekor Human Chain di Guinness World Record (GWR) sebelumnya dipegang Amerika Serikat pada Tahun 2018 dengan 386 penyelam. Tapi, dengan usaha keras Tri Tito sebagai Ketua Umum WASI, rekor itu dipatahkan Indonesia yang diikuti 578 penyelam. 

Dalam pesannya kepada peserta, Tri mengatakan kalau hari ini mereka akan mencatat sejarah baru bagi Indonesia. Terlebih, sejarah pemecahan rekor dunia selam ini akan ditorehkan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia yang akan memasuki usia Ke- 74 pada 17 Agustus 2019 mendatang.

“Kita harus bangga jadi peserta hari ini. Satu orang hari ini adalah pelaku sejarah yang akan tercatat di dunia,” ucapnya di Pantai Kawasan Megamas, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (01/08/2019) seperti keterangan tertulis yang diterima media.

Menurut Tri yang juga istri dari Kapolri Tito Karnavian ini, acara seperti ini mungkin hanya akan terjadi satu kali seumur hidup. Selam massal sangat sulit dilakukan tanpa koordinasi yang tepat.

“Para peserta hari ini harus bangga. Sebab, masih banyak penyelam lain yang ingin berpartisipasi pada acara ini, tapi tak bisa ikut karena waktu pendaftaran sudah habis dan fasilitas tak mencukupi. Sekedar informasi, bukan hanya lokal, penyelam luar negeri turut berpartisipasi pada acara ini. Diantaranya penyelam dari Malaysia, Australia, Amerika, dan Mesir,” ungkapnya.

Tri Tito memaparkan, bagaimana WASI dan para peserta sukses mengukir rekor baru. Kuncinya yaitu berpegangan tangan erat dan tak putus.

“Peserta benar-benar harus bertanggung jawab dengan keberhasilan hari ini. Cukup berpegangan tangan antara kiri dan kanan bersama temannya. Satu orang saja gagal dalam berpegangan tangan, gagal pekerjaan kita selama ini, gagal semua ratusan orang yang hadir hari ini, dan gagal lah bangsa Indonesia yang akan banggakan Republik Indonesia di kancah internasional,” papar Tri.

Maka itu, dia sebelumnya meminta seluruh peserta fokus dan berkonsentrasi. Termasuk konsentrasi mendengar sirine. Tri mengatakan, cukup 7 menit didalam air untuk diambil bukti video oleh para juri Guinness World Record.

“Ada 4 videografer yang akan merekam rekor berpegangan tangan ini. Mari kita sama-sama berjuang untuk bangsa Indonesia dengan cara lain. Mari kita catatkan nama Indonesia di dunia melalui pemecahan rekor rangkai manusia terpanjang dunia. Merdeka,” jelas Tri sebelum rekor diciptakan. *[Bp]

data bojonegoro

LEAVE A REPLY