Kadisnakan Ardiyono Pantau Kesehatan Hewan Qurban

485
Foto : Kadisnakan Bojonegoro, Ardiyono Purwanto saat pemeriksaan Hewan Kurban Idul Adha

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Mengantisipasi beredarnya hewan ternak yang tidak memenuhi unsur Aman, Sehat, Unggul dan Halal, Kamis (08/09/2016) pagi, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Kadisnakan) Kabupaten Bojonegoro, Ardiyono Purwanto yang didampingi beberapa kabid dan dokter hewan serta mahasiswa magang, melakukan pemeriksaan hewan-hewan yang diperjual belikan untuk persiapan Hari Raya Idul Adha.

Titik awal pemantauan dilakukan di jalan Veteran Bojonegoro tepatnya di depan KDS Swalayan, ditempat ini jajaran Disnakan langsung melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap hewan-hewan yang diperdagangkan. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan kesehatan hewan, apa memenuhi  kriteria untuk berkurban atau tidak. Setelah memeriksa jika ada yang sedang sakit ringan, seperti sakit mata akan diberikan salep dan obat.

Menurut Kadisnakan, Ardiyono Purwanto ketika dikonfirmasi media di sela-sela acara pemeriksaan menjelaskan, “Kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan ini merupakan agenda rutin setiap menjelang Hari Raya Kurban. Sehingga hewan-hewan yang akan dijadikan kurban ini adalah hewan yang sehat dan tidak berbahaya bagi manusia,” ujarnya.

Selanjutnya Kadisnakan menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah hewan yang diperdagangkan ini sudah memenuhi syarat utama hewan kurban. Dijelaskan, setelah diperiksa jika ada hewan yang kurang sehat atau tidak memenuhi syarat hewan kurban maka akan diberikan tanda di tubuh hewan tersebut.

Selain itu, Aguk salah satu pedagang kambing yang ditemui media menjelaskan bahwa dirinya sudah sepekan ini berjualan di jalan veteran ini. “Disini, saya sediakan 61 kambing dan domba dengan harga yang bervariatif, mulai 2 juta – 2 juta 600 ribu rupiah. Harga kambing ini sesuai ukuran dan jenis kambing, untuk harga kambing krikil memang lebih murah,” katanya.

Aguk menyatakan pula bahwa, jika dibandingkan tahun lalu penjualan ditahun ini lebih sepi. Hal ini karena banyak yang memilih berkurban dengan sapi, karena bisa di rombong atau banyak yang mengadakan arisan hewan kurban utamanya sapi.

Sementara itu, Pemeriksaan hewan yang dilakukan oleh jajaran Disnakan ini tersebar di 18 titik, paling banyak diseputaran Kota Bojonegoro. Sedangkan beberapa titik lainnya yang dipantau berada di kawasan PLN Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota dan Desa Ngulanan, Kecamatan Dander. Tujuan pemeriksaan hewan dilakukan untuk memastikan bahwa hewan-hewan yang dijual ini memang sehat dan aman. [Bp]

LEAVE A REPLY