Inilah Wisata Edukasi Batik Ringin Tunggal Gayam Karya KKN Unigoro 2018

142
Foto : Cak Taufik (Jaket Kuning), Selaku pendamping Kelompok 3 KKN Tematik Unigoro Tahun 2018, saat menerima kenang - kenangan dalam acara Sosialisasi Wisata Edukasi Batik”, di Desa Ringin Tunggal, Kecamatan Gayam, Kabuapten Bojonegoro, Kamis (09/07/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Peserta Kelompok 3 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Bojonegoro (Unigoro) Tahun 2018,  bersama Disbudpar Kabupaten Bojonegoro dan Ademos mengadakan “Sosialisasi Wisata Edukasi Batik”, di Desa Ringin Tunggal, Kecamatan Gayam, Kabuapten Bojonegoro, Kamis (09/07/2018).

Frendy, selaku Ketua Kelompok 3 KKN tematik Unigoro Tahun 2018 menyampaikan, bahwa KKN itu merupakan bentuk awal dari pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat dalam menyalurkan ilmu yang telah di dapat selama masa perkuliahan.

“Sesuai tema yang diusung oleh Kelompok 3 KKN Tematik Unigoro Tahun 2018 yakni Pengembangan Wisata Edukasi Batik. Maka kami akan melaksanakan beberapa program dalam pengembangan wisata edukasi batik di Desa Ringin Tunggal, Kecamatan Gayam ini,” ujar Frendy, dalam sambutan pembukaan.

Ditambahkannya, adapun untuk mewujudkan wisata edukasi batik ini, maka dibutuhkan kerjasama setiap warga Desa Ringin Tunggal bahkan juga dukungan semua warga Se- Kecamatan Gayam dalam pengembangan wisata edukasi batik ini.

“Kita ingin membuat Kecamatan Gayam, bukan hanya dikenal masyarakat luas dari Gas Buminya. Namun, kita berharap di Gayam dapat menjadi sentral wisata edukasi batik di Kabupaten Bojonegoro,” tandas Frendy penuh semangat.

Sedangkan terkait konsep Wisata Edukasi Batik – Desa Ringin Tunggal Gayam. Kelompok 3 KKN Tematik Unigoro Tahun 2018 memberikan konsep mulai dari melihat sampai pengunjung wisata Edukasi Batik bisa langsung ikut dalam cara pembuatan batik.

“Dalam wisata Edukasi Batik Ringin Tunggal ini, kita bukan hanya melihat cara pembuatan batik. Namun, kita bisa langsung ikut dalam proses pembuatan batik mulai Mencating, Membuat pola dan lainnya,” ungkap Frendy.

Sementara itu. Iswatun, selaku pengelola sekaligus perajin batik asal Desa Ringin Tunggal mengatakan, bahwa dalam pembuatan batik diperlukan keuletan dan kesabaran dalam setiap prosesnya dari mulai mencating, membuat pola dan lainnya.

“Pembuatan batik itu memiliki seni tersendiri di dalamnya, sehingga diperlukan keuletan dan kesabaran dalam setiap prosesnya,” jelas Iswatun.

Masih dalam kesempatan ini. Kepala Desa Ringin Tunggal, Pandil berharap semoga dengan adanya kegiatan Kelompok 3 KKN Tematik Unigoro Tahun 2018 ini, dapat memajukan perindustrian Wisata Edukasi Batik di Desa Ringin Tunggal dan Kecamatan Gayam, serta Kabupaten Bojonegoro pada umumnya.

“Bapak – Ibu, kami berharap supaya semua elemen masyarakat dapat mendukung program Pengembangan Wisata Edukasi Batik ini. Sehingga Desa Ringin Tunggal dan Kecamatan Gayam khususnya bisa menjadi sentral pengembangan Wisata Edukasi Batik di Bojonegoro,” pungkas Pandil seraya mengajak. *[Asfas / Bp]

LEAVE A REPLY