Inilah Pernyataan Sikap Kebangsaan Forpimda Jawa Timur

233
Foto : Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo bersama Forpimda Kabupaten Bojonegoro, saat ikuti Rakor Forkopimda Jawa Timur, Senin (22/05/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Bojonegoro turut mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda tingkat Provinsi Jawa Timur, Senin (22/05/2017).

Rakor Forkopimda tingkat Jawa Timur, yang dilaksanakan di Balai Kartika Makodam V/Brawijaya tersebut, untuk melaksanakan dan menindaklanjuti Instruksi Presiden RI Ir. Joko Widodo. Sekaligus menolak dan memberantas, serta menindak tegas semua pihak yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Acara yang dihadiri oleh seluruh pejabat Forpimda Tingkat Propinsi Jawa Timur, dan Tingkat Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, dari deretan undangan yang hadir selain dihadiri Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro, SH., SIK., M.Si dari Forpimda Bojonegoro juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Hj. Mitroatin, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf. M. Herry Subagyo, Kajari Bojonegoro Muhaji, SH serta Kepala Bakesbangpol Bojonegoro Kusbiyanto.

Kepada Kepala Daerah Bupati/Walikota se-Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Haji Sukarwo menegaskan bahwa berdasarkan pasal 63-68 UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah setingkat Kabupaten/Kota harus tegak lurus dan sinergis dengan Pemerintah Provinsi. Komitmen tegak lurus ini sangat penting dalam menciptakan kondisi Jatim yang aman dan nyaman.

“Kondisi Jatim yang aman dan nyaman wajib dijaga karena Jatim adalah pilar penyangga perekonomian di indonesia bagian Timur,” ujarnya berpesan.

Setelah sambutan dari Gubernur Jawa Timur Sukarwo, acara dilanjutkan dengan pemberian materi perkembangan situasi Kamtibmas oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin, SH., serta pernyataan sikap oleh Pangdam V/Brawijaya yang diwakili Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Agus Suhardi, Kajati Jawa Timur E.S. Maruli Hutagalung, SH.,MH.

Selanjutnya pemateri Kamtibmas oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H., Kepala Pengadilan Tinggi Jawa Timur Soemarsono, SH., M.hum., serta Wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf untuk menginstruksikan pejabat di Kabupaten/Kota harus tegak lurus mendukung pernyataan sikap dan berkomitmen mempertahankan NKRI harga mati.

Hal senada dengan pendapat Forpimda Jawa Timur, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa sebagai Pimpinan ditingkat daerah yang menjaga keamanan dalam negeri terutama diwilayah Kabupaten Bojonegoro.

“Kami siap menjaga situasi Kamtibmas diwilayah Bojonegoro tetap kondusif, yaitu dengan menjalin sinergitas bersama TNI, Polri, Pemda dan seluruh komponen masyarakat di Bojonegoro,” ujarnya.

Adapun pernyataan sikap Forpimda Jawa Timur tersebut berisikan:

  1. Tidak ragu untuk menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu : A. Persatuan dan persaudaraan; B. NKRI; C. Bhinneka Tunggal Ika; D. Yang tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang 1945 diwilayah Jawa Timur.
  1. Melakukan tindakan hukum dengan tegas orang ataupun kelompok-kelompok yang berusaha dengan segala cara untuk memecah belah bangsa Indonesia;
  1. Mendorong semua kekuatan elemen masyarakat bersatu untuk melawan perpecahan bangsa, khususnya di wilayah Jawa Timur;
  1. Memperkuat persatuan dan kesatuan diwilayah Jatim untuk menangkal segala bentuk provokasi;
  1. TNI, Polri dan Pemerintah di Jawa Timur akan meningkatkan kegiatan guna mendorong sinergitas tercapainya rasa kebhinnekaan di Jawa Timur. *[Bp]

LEAVE A REPLY