Inilah Peran Ulama Untuk Kemerdekaan Indonesia

144
Foto : Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli bersama pimpinan Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro, KH. Alamul Huda Masyur, saat memimpin upacara peringatan HSN Ke- 4 Tahun 2018, di halaman apel Mapolres Bojonegoro, Selasa (22/10/2018) pagi.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bersama pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rosyid Bojonegoro, KH. Alamul Huda Masyur, Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada Selasa (22/10/2018) pagi, di halaman apel Mapolres Bojonegoro usai mengikuti upacara HSN Ke- 4 Tahun 2018 di Alun-alun Kabupaten Bojonegoro.

Dalam upacara tersebut diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro, seluruh Perwira Polres Bojonegoro, seluruh anggota Polres Bojonegoro dan ASN yang ada dilingkungan Polres Bojonegoro. Dengan seluruh peserta upacara yang ikut memakai songkok hitam sebagai simbol seorang santri, dan upacara berlangsung kitmad walaupun terik panas yang mulai tampak mengikuti upacara tersebut.

Dalam amanatnya, Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli mengungkapkan bahwa tidak banyak yang tau mengenai sejarah ditetapkannya hari Pahlawan Nasional yang diperingati pada tanggal 10 November setiap tahunnya berawal dari perlawanan seluruh rakyat yang ada di wilayah Surabaya untuk melawan penjajahan kolonial Belanda itu dari adanya Resolusi Jihad yang dikeluarkan langsung oleh KH. Hasyim Asyari, setelah Bung Tomo menemui beliau di Ponpes Tebung Ireng Jombang atas dasar perintah Bung Karno,” ungkap AKBP Ary Fadli.

Adapun Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asyari kepada Bung Tomo, yaitu kepada pemuda yang terutama beragama Islam yang berada di radius 60 KM dari Surabaya, Fardhu Ain hukumnya untuk ikut berjihad berperang melawan penjajah. Selain itu, pada radius lebih dari 60 KM dari Kota Surabaya, Fardhu Kifayah hukumnya untuk melakukan perlawan kepada penjajah.

“Dengan adanya Resolusi Jihad, maka membakar semangat seluruh pemuda di Surabaya untuk melawan penjajahan kolonial Belanda,” ungkap Kapolres.

Dengan adaya Resolusi Jihad dan berhasil mengobarkan semangat kita sebagai rakyat Indonesia yang sedang dijajah dan melakukan perlawan, patut kita hargai dan apresiasi peran ulama sebagai salah motor untuk melawan penjajah.

“Untuk memperoleh kemerdekaan, peran Ulama kala itu sangatlah penting. Sehingga kita sebagai penikmat kemerdekaan harus bisa menghargainya,” imbuh Kapolres.

Setelah Kapolres memberikan sambutan memimpin Upacara Peringatan HSN Ke- 4 Tahun 2018 di halaman apel Mapolres Bojonegoro. Selanjutnya KH. Alamul Huda yang juga berdiri di mimbar kehormatan sejajar dengan Kapolres memimpin doa. *[Bp]

LEAVE A REPLY