Inilah Dialog Khusus Santriwati Ponpes Gontor Bersama Hj. Mahfudhoh Suyoto

613
Foto : Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Dra. Hj. Mahfudhoh Suyoto, M.Si. (Bu Suyoto) saat hadiri Dialog khusus bersama ratusan santriwati Ponpes Putri Gontor, Kamis (18/05/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Sosok dan kiprah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Dra. Hj. Mahfudhoh Suyoto, M.Si. bagi ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Gontor adalah sosok perempuan sekaligus istri yang hebat. Mendengar langsung bagaimana kiprah beliau membuat ratusan pelajar ini datang dan menyempatkan diri sowan langsung di Bojonegoro.

Jika selama ini kedatangan tamu diterima di rumah dinas atau kantor, Kamis (18/05/2017) pagi, rombongan diterima di Rooftop gedung Pemkab Bojonegoro tepatnya dilantai 8. Sebelumnya para pelajar dari Ponpes putri Gontor ini disambut oleh Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pelatihan Pemkab Bojonegoro, Rahmad Djunaedi di Pendopo Malwopati Kantor Pemkab Bojonegoro.

Salah satu guru pendamping, Ustad Ismail ketika dikonfirmasi media disela-sela acara mengatakan bahwa tujuan kunjungan di Bojonegoro ini adalah untuk berdialoq sekaligus mendapatkan petuah dan motivasi dari Ibu Suyoto. Jumlah peserta Gontor 1&2 sejumlah  46 santriwati didampingi oleh 4 pendamping. Sedangkan untuk Gontor putri 3 jumlah siswa yang hadir sejumlah 77.

“Kunjungan kami ke Bojonegoro dalam rangka economy study tour yang rutin digelar menjelang kelulusan bagi pelajar siswa akhir atau kelas 6, sekaligus “Ngangsu Kawruh (Mencari Ilmu)” dari sosok luar biasa Ibu Suyoto sang pendamping Bupati Bojonegoro. Serta Kunjungan ini dilakukan ditiga wilayah yakni Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan,” ujar Ustad Ismail menjelaskan.

Sementara itu, Dra Hj. Mahfudhoh Suyoto, M.Si. kepada para pelajar kelas 6 Ponpes Gontor putri. Mengatakan terlahir sebagai laki laki atau perempuan, apakah terlahir dari keluarga kaya, miskin dan lain-lain, adalah tidak bisa diminta sudah menjadi ketetapan dari Allah. Karenanya kita harus menjalani semua itu dengan rasa syukur.

Foto : Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Dra. Hj. Mahfudhoh Suyoto, M.Si. (Bu Suyoto) saat berdialog dengan ratusan santriwati Ponpes Putri Gontor, Kamis (18/05/2017).
Foto : Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Dra. Hj. Mahfudhoh Suyoto, M.Si. (Bu Suyoto) saat berdialog dengan ratusan santriwati Ponpes Putri Gontor, Kamis (18/05/2017).

Menurutnya, hidup sebagai perempuan sudah berbeda, perempuan bukan lagi konco wingking atau pepatah suargo nunut neroko katut. Perempuan tak berdaya apa-apa itu adalah jaman dahulu, kini kiprah perempuan sudah sedemikian hebat. Perempuan adalah pondasi terhadap keluarga, perempuan adalah sosok penting sebagai pendamping hidup. mulai mengendalikan dan mengelola ego seseorang.

“Setinggi apapun jabatan seseorang perempuan dalam karier, ketika terjun di rumah tangga tetaplah harus patuh pada imam kita yakni suami. Manajemen ego ini harus dikelola dengan baik. Kunci utama adalah baiknya seorang istri maka akan baiklah keluarganya,” kata Bu Hj. Mahfudhoh Suyoto.

Masih dalam kesempatan ini, Ibu Hj Mahfudhoh Suyoto menceritakan tentang beberapa study kasus yang ditangani oleh Pusat Pelayanan Perempuan dan Anak (P3A) yang dipimpinnya. Kembali dalam keluarga bahwa peran istri sangat penting mulai sebagai istri dan ibu bagi anak anaknya.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama, Bupati Bojonegoro ,Drs. H. Suyoto, M.Si. (Kang Yoto) berpesan kepada para santriwati, bahwa harus ada alasan untuk hidup, hidup harus memberi manfaat bagi orang lain. Banyak orang sukses karena jeli melihat peluang dan problem yang dihadapi orang. Memahami problem orang lain dan tulus untuk memahami masalah dan menolong orang lain.

“Semua harus memiliki prinsip dan misi dalam.kehidupan ini. Sudah banyak terbukti orang yang menolong orang lain akan menjadi pribadi yang sukses dalam menjalani segala bidang kehidupan. Jika para santri ingin menjadi pemimpin harus dimulai sejak dini.untuk.memikirkan dan peduli terhadap orang lain,” tutur Kang Yoto.

Tidak penting dimana kamu berada, lanjut Kang Yoto. Namun yang penting adalah bagaimana kamu bisa membaktikan diri bagi kehidupan dan orang lain. Diakhir dialog ini, secara khusus Bupati Kang Yoto berpesan agar para siswa bisa memahami siapa saya, dan apa yang akan kita lakukan. *[Bp]

LEAVE A REPLY