Ikan Jendil Menjadi Tangkapan Nelayan di Sungai Bengawan Solo

513
Foto : Beberapa nelayan Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro saat menangkap ikan jendil di bantaran sungai bengawan Solo, Selasa (23/05/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa yang dalam alirannya mengalir melalui beberapa kota, diantaranya adalah kota Bojonegoro, Kabupaten Lamongan dan bermuara di Ujungpangkah Gresik. Mendekati musim kemarau, Sungai Bengawan Solo agak surut dan ikan jendil melimpah, hal itu dimanfaatkan oleh beberapa nelayan Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro untuk menangkap ikan di bantaran sungai bengawan Solo.

Ikan jendil adalah ikan asli Sungai Bengawan Solo. Ikan berlendir warna putih hijau ini sejenis dengan ikan patin yang hidup diatas sungai di Sumatera. Bedanya, bentuknya agak kecil dan memanjang. Warga di Bojonegoro, Tuban, dan Cepu menyukai ikan ini, karena lemaknya relatif sedikit dan tekstur dagingnya lembut.

Catur Agung Prabowo salah satu Penyuluh Perikanan Bantu (PBB) Disnakan Kabupaten Bojonegoro saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (23/05/2017) mengatakan, bahwa ikan ini berbeda dengan lainnya seperti ikan patin hasil budidaya, yang biasanya banyak lemak.

Menurutnya, Ikan Jendil dagingnya yang empuk, kulit berlendir, serta duri yang tak terlalu banyak menjadikan ikan jendil dapat diolah menjadi beragam masakan andalan, salahsatunya botok, asem-asem, dan penyetan. Rasanya yang gurih dan lezat cocok untuk sarapan ataupun makan siang.

“Kami bersyukur nelayan disini bisa mendapatkan anugerah yang tiada tara dengan kondisi bengawan Solo yang kali ini bersahabat dengan adanya jenis ikan ini, dan semoga dapat menjadikan warga masyarakat meningkatkan pendapatan. Tutur Petugas Penyuluh Perikanan Bantu asal Bojonegoro tersebut pada Bengawanpost.

Untuk diketahui, pada saat ini di Kecamatan Kanor sedang musim tangkapan ikan Bader dan ikan Jendil, dengan volume tangkapan hingga 40 – 50 Kg per hari dengan nilai jual Rp. 18.000 sampai Rp. 20.000/ Kg, yang biasanya pada hari hari yang bukan musim ikan ini hanya mencapai Volume tangkapan 10-15 kg /hari tiap nelayan. *[Bp]

LEAVE A REPLY