HUT Ke- 4, PDKB Apresiasi Perhatian Pemkab Bojonegoro Terhadap Disabilitas

343
Foto : Ketua PDKB, Sanawi (Tenggah), saat menerima santunan alat bantu dari Polres Bojonegoro untuk para anggota disabilitas, dalam acara peringatan HUT Ke- 4 PDKB, Rabu (07/03/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Dalam rangka peringatan HUT Ke- 4 Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB), ratusan anggota disabilitas dari beberapa Kabupaten Se- Jawa Timur (Jatim) menghadiri pengajian umum, di halaman SDN 1 Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, Rabu (07/03/2018).

Acara yang bertema “Meningkatkan Peran Serta PDKB Dalam Membangun Ekonomi Dan Sosial Yang Berkelanjutan” ini, dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro, Kang Yoto, dan turut hadir pula jajaran Forpimda Bojonegoro, dan Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi, serta KH. Muhajir selaku penceramah pengajian umum tersebut.

“Terima kasih atas kehadiran semua fihak, khususnya kehadiran saudara – saudara disabilitas dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Kediri, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. Semoga dengan acara ini dapat mempererat silahturahmi dan memotivasi semangat optimisme disabilitas untuk selalu berkarya,” demikian sambutan, Ketua PDKB, Sanawi.

Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto, saat memotivasi para anggota disabilitas yang menghadiri acara peringatan HUT Ke- 4 PDKB, Rabu (07/03/2018).

Ditambahkannya, dalam acara HUT Ke- 4 PDKB ini, para anggota perkumpulan disabilitas dari berbagi Kabupaten Se- Jawa Timur yang hadir ini menerima santunan dan diklat pembuatan aneka produk ekonomi kreatif dari berbagai fihak. Hal itu untuk memandirikan dan memaksimalkan potensi berkarya para anggota disabilitas.

Untuk itu, lanjutnya. PDKB mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua fihak, utamanya kepada Pemkab Bojonegoro yang telah memperhatikan disabilitas, baik berupa santunan alat bantu untuk disabilitas, dan juga memberdayakan anggota disabilitas dengan diklat – diklat ekonomi kreatif. Seperti membuat kerajinan dari pelepah pisang yang sudah dilakukan selama ini.

“Slogan PDKB ‘Tekad Yang Kuat, Mengalahkan Segala Keterbatasan’. Oleh karena itu, kami tidak perlu dikasihani, namun kami butuh diperhatikan dan diberdayakan sampai mampu mandiri. Sehingga meski dengan cacat tubuh kita ini, namun kita mampu ikut berkarya mewujudkan kemajuan Bojonegoro yang tercinta,” pungkas Sanawi penuh semangat berkobar – kobar. *[Bp]

LEAVE A REPLY