Hasil Pertanian Naik dengan Biaya Rendah, Itulah Prestasi SLP Ke-2 LPPM Unigoro

130
Foto : Mas Arief Januarso, selaku Manager Program SLP Ke- 2 LPPM Unigoro, saat sampaikan laporan evalusai hasil program SLP Ke- 2 LPPM Unigoro yang dilaksanakan antara bulan Juli 2017 – Juli 2018, di Kantor Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (06/07/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro –  Pada Jum’at (06/07/2018). Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) mengadakan penutupan Program Sekolah Lapang Pertanian (SLP) Ke- 2 yang diawali bulan Juli 2017 – Juli 2018.

Penutupan yang bertempat di Kantor Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro ini, dihadiri peserta SLP Ke- 2 yang terdiri dari puluhan petani dan taruna tani 4 Desa Se- Kecamatan Gayam, yakni Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo dan Brabowan, serta Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) selaku pendukung SLP Ke- 2 tersebut.

Selain itu, hadir pula Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB) – Unigoro, Mas Arief Januarso selaku Manager Program SLP Ke- 2, dan Kadis Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Achmad Djupari, Kadis LH Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, serta Kepala UPTD pertanian Kecamatan Gayam, Pudji.

Dalam sambutannya, Manager Program SLP Ke- 2, Mas Arief Januarso menyampaikan, tujuan program SLP ini untuk meningkatkan hubungan yang baik antara masyarakat sekitar dengan EMCl, sekaligus memberdayakan para petani dan taruna taninya.

“Dengan dilaksanakannya SLP Ke- 2 ini, petani dan pemuda tani bisa menjadi lebih kreatif dan inovatif, serta bisa menjawab tantangan kedepan,” ujar Mas Arief Januarso.

Dijelaskannya, bukti nyata peran adanya SLP Ke- 2 tesebut secara umum telah berhasil menurunkan biaya produksi pertanian dari sebelumnya Rp.2 juta menjadi Rp.1.7 juta per hektar, serta ada kenaikan hasil produksi pertanian dengan menggunakan pupuk organic.

“Kami bersyukur dalam program SLP Ke- 2 telah berhasil menurunkan biaya produksi sekaligus sekaligus menaikan hasil produksi pertanian para peserta SLP Ke- 2 ini,” jelas Mas Arief Januarso.

Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Achmad Djupari memotivasi para petani dan taruna tani untuk belajar lebih giat dalam ilmu pertanian. Menurutnya, program SLP ini dapat memberikan solusi kepada para petani atas problematika pertanian yang dihadapinya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada LPPM Unigoro dan EMCL dan semua pihak yang telah membantu Dinas pertanian Bojonegoro untuk memberikam berbagai pelatihan dan memberdayaan petani,” ucap Achmad Djupari.

Dengan suksesnya SLP Ke-2 ini, lanjut Djupari. Fihaknya berharap program SLP hasil kerjasama LPPM unigoro dengan EMCL untuk membantu dan memberikan pelatihan guna meningkatkan hasil produksi pertanian, serta untuk meningkatkan pendapatan para petani dan taruna tani tetap dilanjutkan programnya.

“Kedepan kami berharap program SLP dapat berkelanjutan, sehingga petani Bojonegoro menjadi maju dan sejahtera,” harap Djupari penuh semangat.

Masih dalam kesempatan ini, Beta selaku perwakilan EMCL berharap kepada petani dan taruna tani pasca SLP Ke- 2 ini, untuk lebih berkembang serta menigkatkan hasil pertaniannya. Karena SLP Ke- 2 ini merupakan salah satu program pendukung EMCL yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya diwilayah operasi EMCL.

“Alhamdulillah EMCL bisa kerjasama dengan LPPM Unigoro yang terbukti profesional dalam melakukan program SLP 2 ini,” ungkap Beta.

Selain itu, Beta menekankan kepada para petani agar menerapkan semua strategi dan aturan dalam bertani serta rutinitas cara bertani. Walaupun ada kekerugian, namun hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi, sehingga kedepannya menjadi lebih baik.

“Agar bisa berkembang dan meningkat hasil pertaniannya, para petani bisa menerapkan intensifikasi, salah satunya seperti memanfaatkan pupuk organik dan pola tanam yang pas. Itulah cara menyikapi lahan pertanian yang saat ini berkurang / sempit,” tutur Beta

Penting diketahui, dalam penutupan SLP Ke- 2 ini juga diadakan berbagai acara, diantaranya pameran hasil karya taruna tani dari 4 Desa Se- Kecamatan Gayam yang berupa aneka kue berbahan abu madu. Lalu ada penyerahan bantuan stimulus bagi petani paling inspiratif dan taruna tani penaman labu madu yang berhasil, serta untuk kategori selfi paling apik. *[Bp]

LEAVE A REPLY