Hari ini, SKK Migas Gelar Goes to Campus di Unigoro Gaes..!!

209
Foto : Suasana kuliah umum SKK Migas Goes to Campus, di Unigoro, Selasa (23/10/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Perwakilan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) hari ini, Selasa (23/10/2018) menggelar kegiatan “Hulu Migas Goes to Campus”, di Universitas Bojonegoro (Unigoro), Jawa Timur.

Kegiatan yang diisi kuliah umum dan sosialisasi pemahaman tentang kegiatan Hulu Migas tersebut berlangsung, di Gedung Rektorat Unigoro, dengan dihadiri oleh 200-an mahasiswa.

Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor Unigoro, Slamet Kyswantoro, SE., MM., dan dilanjutkan dengan penyampaian materi yang diberikan oleh Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Dony Aryantho, dan External Affairs Manager ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Dave Ardian Seta.

Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Dony Aryantho dalam paparannya menjelaskan beberapa hal terkait dengan pengelolaan industri hulu migas, diantaranya meliputi kegiatan hulu migas, kontrak kerjasama migas, skema bagi hasil hingga program pengembangan masyrakat.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa industri migas sampai saat ini masih sangat strategis untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional serta sebagai sumber pemasukan negara.

“Industri migas masih strategis untuk pemenuhan energi nasional dan pemasukan negara, dan juga membuka banyak lapangan kerja,” ujar Dony Aryantho di hadapan para mahasiswa.

Foto : Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Dony Aryantho (Kanan) bersama Rektor Unigoro, Slamet Kyswantoro, SE., MM., dalam acara SKK Migas Goes to Campus, di Unigoro, Selasa (23/10/2018).

Masih dalam kesempatan ini, Dave Ardian Seta, External Affairs Manager EMCL menyampaikan tentang bagi hasil minyak dan produksi minyak nasional saat ini yang hanya sekitar 770 ribu barel per hari, jauh di bawah kebutuhan yang mencapai 1,7 juta barel per hari.

“Untuk menutupi kekurangan tersebut kita harus impor, untuk itu kita harus bisa berhemat,” ungkap Dave.

Pihaknya juga mensosialisasikan program pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan oleh EMCL sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Setelah penyampaian materi, kuliah umum dilanjutkan dengan membuka diskusi dan sesi tanya jawab dengan mahasiswa agar lebih memahami tentang kegiatan industri hulu migas yang ada di Indonesia.

Penting diketahui, program Hulu Migas Goes to Campus merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh SKK Migas sejak tahun 2017, dengan menyasar kampus-kampus di seluruh Indonesia. *[Bp]

LEAVE A REPLY