Harapan Mas Arief Ketika Menutup Sekolah Lapang Pertanian LPPM Unigoro

371
Foto : Suasana Panen Padi secara simbolis di petak 10 lahan pertanian peserta SLP LPPM Unigoro, di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (31/05/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bertempat di Pendopo Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (31/05/2017). Sekolah Lapang Pertanian (SLP) program kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) telah resmi ditutup.

Acara yang dihadiri Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB) – Unigoro, Mas Arief Januarso, Dave A Setta (EMCL), Beta Wicaksono (EMCL), Camat Gayam, Hartono, dan petani peserta SLP dari 3 Desa se- Kecamatan Gayam, meliputi Desa Gayam, Desa Mojodelik, dan Desa Bonorejo ini, diawali panen padi secara simbolis pada petak 10 di Desa Bonorejo.

“SLP yang dimulai 13 Desember 2016 – 31 Juli 2017 ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam bidang pertanian berkelanjutan, sehingga hasil pertanian dan kesejahteraan petani bisa meningkat,” ujar Ketua YSB – Unigoro, Mas Arief selaku Project Manajer SLP LPPM Unigoro saat mengawali pemamparannya dalam acara ini.

Mas Arief menambahkan, dengan Edukasi, Pendampingan, dan Penelitian yang dilakukan LPPM Unigoro selama SLP ini, telah mampu meningkatkan hasil panen padi di 10 lahan milik petani peserta SLP secara signifikan hingga mencapai 10.5 persen. Hal ini menunjukkan, kemajuan pertanian harus didukung dengan program yang serius dan tersistematis.

“Kami bersyukur, lahan pertanian peserta SLP setelah diolah dengan Nutrisi Darsan bisa meningkat hasil panen padinya di tahun 2017 ini menjadi 126.5 Kg/Lahan pada panen ke- 1, dan panen ke- 2 sebesar 1020.6 Kg/Lahan. Dari sebelumnya panen ke- 1 tahun 2016 yang hanya mendapatkan 114.5 Kg/Lahan,” ungkap Mas Arief.

Foto : Ketua YSB - Unigoro, Mas Arief Januarso bersama Camat Gayam, Hartono dan perwakilan EMCL, Beta Wicaksono, saat acara penutupan SLP LPPM Unigoro, Rabu (31/05/2017).
Foto : Ketua YSB – Unigoro, Mas Arief Januarso bersama Camat Gayam, Hartono dan perwakilan EMCL, Beta Wicaksono, saat acara penutupan SLP LPPM Unigoro, Rabu (31/05/2017).

Selain itu, Mas Arief menyampaikan, kemajuan pertanian di Kecamatan Gayam juga harus didukung dengan suplai air yang cukup, karena lahan pertaniannya tadah hujan. Untuk itu, LPPM Unigoro menginisiasi terbentuknya HIPPA sebagai kelompok yang siap mencari solusi air. Bahkan Unigoro sudah ada desain irigasi untuk lahan pertanian di Kecamatan Gayam ini.

“Sesudah LPPM Unigoro menyiapkan SDM Petani, dan memberikan sarana produksi pertanian (Saprodi) hasil karya Nutrisi Darsan selama SLP ini. Maka kami harapkan masalah suplai air untuk lahan pertanian yang tadah hujan di Kecamatan Gayam ini harus didukung irigasi yang baik, yakni dengan membangun irigasi dari Kali Gandong,” papar Mas Arief menjelaskan.

Diakhir pemaparannya, Mas Arief berharap sinergitas semua fihak dalam meningkatkan kesejahteraan petani, dan juga kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. Karena Bojonegoro yang dikenal sebagai lumbung pangan sekaligus sumber energy, jangan hanya sebuah jargon semata, namun masyarakatnya tetap miskin ditenggah limpahan kekayaan alamnya.

Sementara itu, perwakilan EMCL, Beta Wicaksono dalam kesempatan ini mengapresiasi peran Unigoro dalam peningkatan SDM petani di Kecamatan Gayam ini. Menurutnya, kunci suksesnya pertanian selain SDM Petani, Ketersedian Saprodi, Cukupnya suplai air, dan yang terpenting adalah perlakuan lahan pertaniannya dibebaskan dari bahan-bahan kimia. *[Bp]

LEAVE A REPLY