Hadir di Bojonegoro, Menkop Puspayoga Serahkan Bantuan Komida Kepada Kaum Ibu

236
Foto : Menkop dan UKM RI, AAGN Puspayoga saat serahkan pinjaman kepada 5 orang Ibu - ibu perwakilan penerima pinjaman Komida Bojonegoro, Senin (14/08/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Sejak kehadiran Koperasi Mitra Duafa (Komida) pada tahun 2009 di Kabupaten Bojonegoro, telah membantu Ibu-ibu rumah tangga miskin yang ingin mendirikan usaha. Melalui koperasi ini, mereka mendapat akses permodalan yang lebih mudah dan pendampingan agar berdaya dan mandiri.

Demikian disampaikan Manajemen Informasi Sistem Komida Bojonegoro, Ikhwan di sela-sela Kunker Menkop dan UKM RI, AAGN Puspayoga untuk menyerahkan secara simbolis Kredit Ultra Mikro Indonesia (UMI) kepada 5 orang perwakilan penerima, di Balai Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (14/08/2017).

Ikhwan menambahkan, Komida di Bojonegoro sudah berdiri 3 kantor cabang. Yakni pertama di Kecamatan Kalitidu, dan Kecamatan Ngasem serta Dander. Adapun jumlah anggota yang tercatat awalnya sebanyak 2500 nasabah, dan sekarang mencapai 15.000 anggota. Dengan mayoritas usaha anggotanya adalah pertanian, kerajinan dan warung kelontong.

“Saat ini Jumlah anggota Komida Bojonegoro mencapai 11.800 orang yang tersebar di Cabang Kalitidu, Ngasem, Dander, Sedang dari outsanding yang disalurkan anggota yang menunggak 0,03 – 0,05 persen dari 15.000 anggota,” jelas Ikhwan.

Lebih lanjut khwan menjelaskan, bahwa untuk Bojonegoro perputaran uang Komida mencapai Rp10 milyar yang bisa di akses oleh masyarakat. Karena dana yang masih ada dimasyarakat atau disalurkan (outstanding) Rp. 16,8 milyar untuk Bojonegoro saja. Sedangkan untuk tabungan di Bojonegoro mencapai Rp. 7,1 milyar, dan untuk kredit macet di Bojonegoro 11,3 juta.

Sementara itu Manajer Operasional Komida Jakarta, Achamd Sibuan yang turut hadir dalam kesempatan ini menyampaikan, bahwa pihaknya memberikan pinjaman khusus untuk kelompok masyarakat menengah kebawah dengan spesifikasi adalah kaum ibu. Dan sebelum diberi pinjaman, para penerima akan diberikan pelatihan selama 5 hari, yang tujuannya untuk mengenalkan lembaga, produk dan untuk apa mereka pinjam.

“Komida ini memberikan pinjaman tanpa jaminan kepada ibu – ibu miskin. Sebelum mendapat pinjaman, mereka diajari untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Sehingga pinjaman ini, nantinya difokuskan pada untuk kegiatan usaha tak sekedar pinjam,” papar Achamd Sibuan.

Achamd Sibuan juga menyampaikan, bahwa sistem pinjaman di Komida adalah kelompok, yang setiap kelompok terdiri 5 orang. Sedang nilai pinjamannya minimal tahap pertama Rp. 2 juta dengan jangka 25-50 minggu, sedang tahap selanjutnya Rp. 3 juta sampai maksimal pinjaman Rp. 6 juta dengan jangka waktu 25-50 minggu.

Untuk diketahui, saat ini Komida telah membuka cabang di 11 Provinsi Se- Indonesia, Adapun Cabang Komida di Propinsi Jawa Timur berada di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Madiun, Magetan, Nganjuk, Kediri, Mojokerto, dan Kabupaten Ponorogo. *[Bp]

LEAVE A REPLY