Hadapi Kemarau, BPBD Bojonegoro Ajak Masyarakat Cegah Kebakaran

50
BPBD Bojonegoro
BPBD Bojonegoro

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bojonegoro, Drs. Umar Ghoni menyampaikan bahwa iklim kemarau tanpa hujan diprakirakan terjadi dibulan Agustus – November 2019.

Hal itu berdasarkan surat edaran dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi  Kelas I Juanda Surabaya. Nomor : KT.304/1022/KSUB/VIII/2019, tanggal 20 Agustus 2019 tentang prakiraan kondisi iklim bulan Agustus – November 2019, memonitoring hari tanpa hujan, dan prakiraan awal musim hujan 2019/2020 di Jawa Timur.

Dijelaskannya, bahwa puncak musim kemarau di Jawa Timur diprakirakan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2019. Yang ditandai dengan suhu udara pada malam dan pagi hari akan terasa lebih dingin dan pada siang hari suhu udara terasa panas dan terik.

“Dalam menghadapi musim kemarau dibulan Agustus – November 2019 ini, kami menghimbau kepada seluruh warga Bojonegoro untuk mewaspadai kejadian yang memicu terjadinya kebakaran,” ajak Drs. Umar Ghoni, Senin (26/08/2019).

Drs. Umar Ghoni menambahkan, kemudian berdasarkan peta prakiraan curah hujan oleh Stasiun Klimatologi Malang adalah akumulasi curah hujan selama bulan September ini berkisar antara 0-200 mm. Dominan masih termasuk kategori curah hujan rendah, dan akumulasi curah hujan selama bulan Oktober antara 0 – 400 mm, sebagian kecil wilayah Jawa Timur diprakirakan telah memasuki awal musim penghujan. Sedangkan

“Berdasarkan prakiraan curah hujan oleh Stasiun Klimatologi Malang, bahwa akumulasi curah hujan selama bulan November berkisar antara 21 – 500 mm, dan hal itu menandai sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki awal musim hujan,” pungkas Drs. Umar Ghoni menerangkan. *[Bp]

data bojonegoro

LEAVE A REPLY