Gus Ipul : Pendidikan Diniyah Menjadi Pendamping Pendidikan Formal

357
Foto Kegitan Halal Bihalal dan Workshop Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kabupaten Bojonegoro,

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Danramil 0813-01/Bojonegoro, Kapten Inf Hari Warsono turut menghadiri acara Halal Bihalal dan Workshop Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kabupaten Bojonegoro, di Gedung Islamic Center Bojonegoro, Minggu (17/7).

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Syaefullah Yusuf.

“Kita ingin pendidikan formal dan pendidikan madrasah (Madin) berjalan bersama dan tidak ada diskriminasi, sehingga bisa berjalan sejajar” demikian disampaikan orang nomor dua di Jawa Timur yang akrab disapa Gus Ipul itu kepada ratusan hadirin yang hadir.

Lebih lanjut, masih menurut Gus Ipul, jika pendidikan formal mengajarkan pendidikan umum, tetapi Diniyah mengajarkan pendidikan agama, al qur’an dan yang lainnya.

“Karena pendidikan tersebut sudah ada sebelum Bangsa kita ini merdeka” tambahnya.

Pasalnya, dikatakan lebih lanjut, pendidikan Diniyah tersebut menjadi pendamping formal, paginya sekolah, sorenya Diniyah. Pendidikan agama yang diberikan sejak usia dini, yakni umur 0 hingga 8 tahun aqidah dapat dicetak pada usia tersebut.

“Sehingga, disitulah Madrasah Diniyah (Madin) berperan sangat penting. Hal itu, karena tidak bisa mengandalkan sekolah-sekolah formal saja” ungkap Gus Ipul.

Untuk itu, Pemprov Jawa Timur, dengan anggaran yang ada akan dilakukan sebisa mungkin bisa membantu Madrasah Diniyah.

“Termasuk juga setiap tahunnya, Provinsi Jawa Timur menyekolahkan lebih dari seribu guru Madin dikuliahkan S1” pungkasnya. [Bp]

LEAVE A REPLY