Guna Kembangkan Potensi Perikanan, PAD IPB Gelar LGTAC 2017

733
Foto : CEO Gendis Manis, Dian Kresnawati saat mempraktekan pembuatan roti bronis campuran ikan lele, di workshop LGTAC 2017 kerjasama PAD IPB, dengan Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (27/01/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Paguyuban Angling Dharma (PAD) Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro menggelar workshop “Let’s Go To Agriculture (LGTAC) 2017”, yang bertema “Kembangkan Potensi Perikanan Darat di Kabupaten Bojonegoro”.

Dengan mengundang narasumber Aris Eko, Disnakkan Bojonegoro, dan Dian Kresna, CEO Gendis Manis. Acara yang rutin digelar PAD IPB setiap tahunnya ini, bertempat di aula Balai Benih Ikan (BBI) Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (27/01/2017).

“LGTAC 2017 ini adalah kegiatan rutin yang kami gelar setiap tahun untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan dari IPB. Yang mana agar masyarakat Bojonegoro faham potensi ikan, lalu memanfaatkannya secara maksimal potensi perikanan yang ada di Bojonegoro ini,” ujar Ketua PAD IPB, Tegar usai workshop.

Sementara itu selaku narasumber, Dian Kresnawati menyampaikan Potensi Perikanan Darat Bojonegoro, Pengembangan Hasil Bisnis Perikanan, dan Tutorial Pembuatan Produk hasil Perikanan, serta mempraktekan pembuatan roti bronis yang dicampur dengan ikan lele/ikan darat sebagai sumber protein dan kalsium bronis tersebut.

Selanjutnya narasumber berikutnya, Aris Eko Prasetyo memaparkan bahwa produksi ikan di Bojonegoro hanya mampu mensuplai 30% kebutuhan ikan bagi masyarakat Bojonegoro. Untuk itu, Disnakkan Kabupaten Bojonegoro membuat berbagai kebijakan guna mendukung peningkatan produktitas perikanan di Bojonegoro ini.

“Untuk pengembangan perikanan di Bojonegoro, Disnakkan Bojonegoro telah membuat kebijakan pendukungnya, dan semoga dengan workshop ini membuka kesadaran masyarakat Bojonegoro, bahwa ternyata selain pertanian, sector perikanan maupun peternakan dapat diandalkan sebagai mata pencaharian utama juga,” papar Aris Eko.

Perlu diketahui, workshop yang diadakan Organisasi Mahasiswa Daerah (Omda) Bojonegoro yang berkuliah IPB ini, dihadiri beberapa SKPD di Bojonegoro, yakni Bappeda, Disnakkan, Disperindag, dan diikuti sangat antusias oleh ratusan peserta dari pelajar, mahasiswa, TP PKK, pegiat kuliner Bojonegoro, serta masyarakat lainnya. *[Bp].