Gerakan Ayo Sekolah, Kebijakan Lokal Cegah Angka Putus Sekolah

293
Foto : Suasana pendaftaran Soni Bagus Saputra untuk bersekolah kembali pada salah SMK di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (02/06/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Ingatkah anda tanggal 2 Mei 2017 lalu, dimana sekitar 2.000 anak putus sekolah di Bojonegoro mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional, dan membulatkan tekad untuk kembali sekolah. Hal ini dilakukan Soni Bagus Saputra (17 th) yang beralamat di RT 9 Gg Makam Sedeng Kelurahan Kepatihan, Kecamatan / Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur membuktikan dirinya untuk memang kembali bersekolah.

Ya pada hari Jum’at (02/06/2017) siang tadi sekitar pukul 10.00 WIB, Soni dijemput Kepala Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kota Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.yang bernama Djoko Tricahyono. Setelah menunggu remaja ini bersiap siap menyiapkan beberapa berkas mulai akte kelahiran, Kartu Keluarga dan Nomor Induk Siswa Nasional.

Djoko mengantar sendiri Soni Bagus Saputra dan ayahnya Agus mendaftarkan diri di salah satu sekolah menengah kejuruan yang beralamat di jalan dokter suharso. Setibanya di sekolah Djoko langsung mendaftarkan Soni di salah satu guru, dengan menyerahkan berkas kelengkapan yang menjadi syarat mendaftarkan.

Djoko Tricahyono menuturkan bahwa dirinya sengaja mengawal sendiri soni untuk mendaftarkan sekolah, karena dari tiga anak putus sekolah diwilayahnya, Sonilah yang memiliki tekad untuk melanjutkan pendidikannya kembali.

“Setelah mendengar langsung keinginan putra sulung sunarsih dan agus ini, Kami langsung mendaftarkan Soni disalah satu sekolah. Tak hanya itu juga mulai menguruskan segala kelengkapan untuk mendapatkan pencairan DAK Pendidikan. Karena syarat mendapatkan DAK pendidikan ini adalah anak-anak tersebut bersekolah,” tuturnya.

Soni akan mengulang dikelas 1, karena dia dulu putus sekolah juga dikelas 1 dan Sonipun memilih jurusan multimedia, lanjut Djoko. Bahwa setelah adanya edaran agar seluruh anak usia sekolah kembali bersekolah, pihaknya langsung melakukan pendataan. Dari data itu ada 3 anak yang putus sekolah, salah satunya Soni yang sudah mendaftarkan hari ini.

“Selain Soni, ada dua remaja putri yang sampai saat ini kami melakukan pendekatan agar kedua anak ini mau kembali bersekolah. Tak hanya itu kami juga akan membantu pengurusan administrasi jika memang dari keluarga kurang mampu. Yang terpenting anak-anak ini mau kembali bersekolah,” terang Djoko Tricahyono.

Sementara itu, nampak terlihat wajah sumringah terpancar di raut muka dari Sunarsih, ibu Soni Bagus Saputro yang melihat anaknya kembali mau bersekolah. Padahal Sunarsih tadinya sangat cemas anaknya akan bersekolah dimana lalu adakah sekolah yang mau menerima sang buang hati yang sudah setahun ini memilih meninggalkan bangku sekolah.

“Tadinya saya bingung, anak ini mau sekolah dimana? Dan apakah ada sekolah yang mau menerima,“ ucap Sunarsih.

Namun dengan kedatangan Lurah Kepatihan pagi ini membuatnya bahagia. Perempuan yang setiap hari berjualan kue keliling ini sangat bahagia, karena Pemerintah Kelurahan mau repot-repot untuk datang dan mengantar soni mendaftarkan sekolah. Kini dia mengharapkan agar soni kembali melanjutkan sekolah.

Kebahagian senada juga dirasakan oleh kakek nenek dan paman soni yang melihat cucu dan keponakannya hari ini mendaftar sekolah. Bahkan sang kakek berpesan agar cucunya serius sekolah dan tidak lagi drop out.

Terpisah, Camat Kota Bojonegoro, Yusnita Lia Sari ketika dikonfirmasi media mengatakan, bahwa untuk mewujudkan “Gerakan Ayo Sekolah” yang telah dicanangkan Pemkab Bojonegoro sejak 02 Mei 2017, maka dirinya memerintahkan seluruh jajarannya agar berupaya mendorong anak-anak kembali bersekolah.

“Untuk mendukung Gerakan Ayo Sekolah. Maka diwilayah kami, mulai sekarang jangan adalagi anak usia sekolah yang tak bersekolah,” kata Yusnita menandaskan.

Selain itu, Yusnita menyampaikan, bahwa terkait DAK pendidikan dijenjang SMA ini sudah di cairkan untuk anak-anak sma kelas 3 atau  kelas XII. Sedangkan untuk anak-anak yang duduk dibangku SMA kelas X masih dalam proses pembuatan rekening, Kemudian untuk kelas XI sudah ditransfer direkening masing-masing.

Ditambahkan untuk yang kelas X kan baru kali ini menerima dan belum memiliki rekening, jadi masih dibuatkan rekening. Pihaknya juga akan melakukan pemantauan agar DAK ini dipergunakan untuk kebutuhan anak-anak sekolah. *[Bp]

LEAVE A REPLY