Gendis Manis Semarakkan “Bojonegoro Batik & Tenun Fashion, Craft & Culinary 2016”

698
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto bersama Dian Kresnawati asal Baureno Bojonegoro, pemilik brand bisnis "Gendis Manis".

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Pada hari ini Sabtu, 12 Nopember 2016, di Jl. Mas Tumapel depan Alun – alun Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Disbudpar dan Disperindag Kabupaten Bojonegoro bekerjasama dengan ADEMOS menggelar “Bojonegoro Batik & Tenun Fashion, Craft & Culinary 2016”.

Event yang dimulai pukul 09.00 hingga 23.00 WIB ini, akan mengangkat produk-produk unggulan ekonomi kreatif Bojonegoro yang dikemas dalam bentuk pameran craft (kerajinan), festival kuliner, lomba fashion dan fashion show batik dan tenun.

Menariknya event ini, ada brand bisnis kuliner local yang sudah tampil di ajang Internasional, yakni “Gendis Manis“ milik Dian Kresnawati asal Baureno Bojonegoro. Dengan produk unggulannya Es Krim Batik Jonegoroan, khususnya varian hard ice cream, yang meggunakan lemak 13-15% dan suhu beku minus 23.

Perlu diketahui, nama Gendis diambil dari gula, dan Manis mengandung harapan supaya orang-orang disekitarnya turut menikmati manisnya kehidupan. Namun yang terpenting adalah semua produk Gendis Manis, telah diformulasi dengan mensubstitusikan bahan pangan lokal khas Bojonegoro.

Dian menuturkan, bahwa pada 06 – 14 Nopember 2016, dirinya  ikuti event  seminar dan exhibition “Brau De Vile 2016”, di Nuremberg, Jerman. Dalam ajang internasional tersebut, dia membawa produk yang mengangkat kekayaan Kabupaten Bojonegoro, yakni produk Gendis Manis berupa Ice Cream Batik Jonegoroan.

“Keikutsertaan kami selain untuk mengembangkan produk-produk Gendis Manis, juga sekaligus untuk memperkenalkan Batik Bojonegoro, berupa Ice Cream Batik Jonegoroan ke dunia internasional,” tuturnya ke media, Kamis (03/11/2016) malam.

Selain itu, Dian mengatakan, bahwa dirinya rencananya tak hanya mengikuti seminar ataupun event ini, namun juga akan memperdalam ilmu mengenai zuppa soup dan es krim gelato di Italia, Prodotti Per Il Gelato Artigianale MEC3.

“Kedua acara tersebut akan dikunjunginya pada pertengahan November. Harapannya adalah Bojonegoro memiliki produk kreatif unggulan yang bisa dibawa ke tingkat nasional, bahkan internasional,” kata perempuan lulusan IPB ini.

Lebih lanjut Dian menjelaskan pilihannya terjun ke bisnis kuliner. Menurutnya bisnis kuliner tak akan lekang oleh waktu. Karena selama manusia hidup akan membutuhkan makanan, selama itu pula bisnis kuliner akan hidup.

“Bisnis kuliner tetap akan bertahan, karena manusia hidup itu membutuhkan makanan. Hanya saja untuk bertahan ditengah persaingan, dibutuhkan kreativitas dan inovasi, itulah faktor penentu dalam menjalani bisnis yang sangat kompetitif ini,” pungkasnya. *[Bp]

LEAVE A REPLY