Gelar Sarasehan Kebangsaan, BEM IAI Sunan Giri Bojonegoro Gandeng Kodim 0813

371
Foto : Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo saat menjadi narasumber Sarasehan Kebangsaan, hasil kerjasama IAI Sunan Giri Bojonegoro bersama Kodim 0813 Bojonegoro, Kamis (27/04/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro bersama Kodim 0813 Bojonegoro menggelar Sarasehan Kebangsaan, Kamis (27/04/2017) pagi, di Gedung Ahmad Yani Makodim setempat.

Sarasehan yang diikuti Mahasiswa IAI Sunan Giri Bojonegoro ini, tampak hadiri pula segenap Civitas Akademika IAI Sunan Giri Bojonegoro, terdiri Wakil Rektor I, Agus Huda, Unit Kegiatan Masyarakat (UKM), Organisasi Mahasiswa Ekstra (ORMEK), dan para Dosen, serta lainnya.

Dengan mengusung tema “Rekontruksi Bangsa Tanpa Menghilangkan Budaya Lokal”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo, dan Ketua Umum Bela Negara Kabupaten Bojonegoro, Asiar Gatut Amansari.

Selaku narasumber, Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo mengatakan, dengan melihat kondisi budaya di Indonesia yang sudah mengarah kepada budaya yang negatif, maka diperlukan upaya-upaya untuk mengembalikan konstruksi budaya ke arah yang positif.

“Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan pemuda sebagai penerus bangsa, khususnya Mahasiswa bisa mengajak masyarakat agar mau merubah budaya. Dari hal-hal negatif menuju ke kegiatan yang lebih positif lagi. Dimanapun kita berada, harus membuat arti kebaikan,” ujarnya.

Foto : Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo bersama Wakil Rektor I IAI Sunan Giri Bojonegoro, Agus Huda dan Ketum Bela Negara Kabupaten Bojonegoro, Asiar Gatut Amansari serta Pengurus BEM IAI Sunan Giri Bojonegoro, usai Sarasehan Kebangsaan, Kamis (27/04/2017).
Foto : Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo bersama Wakil Rektor I IAI Sunan Giri Bojonegoro, Agus Huda dan Ketum Bela Negara Kabupaten Bojonegoro, Asiar Gatut Amansari serta Pengurus BEM IAI Sunan Giri Bojonegoro, usai Sarasehan Kebangsaan, Kamis (27/04/2017).

Letkol Inf M. Herry Subagyo menambahkan, bahwa Indonesia sedang dalam ancaman dari berbagai lini guna memecah belah persatuan dan kesatuan. Upaya memecah belah itu, dilakukan dari berbagai aspek diantaranya melalui dikepungnya Indonesia oleh negara-negara persemakmuran, ancaman narkoba yang terbesar dipasok dari Tiongkok, ancaman terorisme dan dari persaingan ekonomi.

“Agar Indonesia ini tetap solid, mari kita bersama-sama dan bahu-membahu mengatisipasi ancaman tersebut. Kita jadikan perbedaan itu, sebagai sebuah kekuatan bersama-sama bergotong-royong membangun Indonesia, agar kita menjadi bangsa pemenang,” tegasnya.

Selanjutnya dalam acara ini juga dilakukan pemotongan tumpeng oleh Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo. Hal ini sebagai simbol agar segenap komponen Bangsa dan Negara tetap bersama – sama menjaga keutuhan dan keselamatan NKRI.

Perlu diketahui, sebagai acara puncak rangkaian Sarasehan ini, akan digelar Seminar Nasional Kebangsaan di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro pada 6 Mei 2017 mendatang akan menghadirkan sejarawan Indonesia, dan Guru Besar Unisa Surabaya. *[Bp]

LEAVE A REPLY