FFG Love Movement Gelar Donor Darah Sedunia

416
Foto : Koordinator atau PIC FFG Love Movement untuk Kabupaten Bojonegoro, Heru Sugiharto (Kaos Hijau), saat ikuti gerakan sosial kemanusiaan donor darah sedunia oleh FFG love movement bersama UTD donor darah PMI Kabupaten Bojonegoro, Rabu (14/06/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Pada Rabu (14/6/2017), Freedoom Faithnet Global (FFG) Love Movement sebuah organisasi kemanusian dunia yang beranggotakan 70 negara di dunia secara serentak melakukan gerakan sosial bersama donor darah disemua kota – kota di dunia. Salah satunya juga di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Koordinator atau PIC FFG Love Movement untuk Kabupaten Bojonegoro, Heru Sugiharto menyampaikan, untuk merayakan hari donor darah tanggal 14 Juni ini, FFG bersama PMI dan Organisasi Sosial Masyarakat setempat menggelar gerakan social donor darah, dengan target 1.000 spot titik pengambilan donor darah termasuk di Bojonegoro ini.

“Untuk memenuhi kebutuhan kantong darah di Bojonegoro, saat ini FFG love movement bersama Unit Transfusi Darah (UTD) donor darah  PMI  Kabupaten Bojonegoro ikut berperan menggelar gerakan sosial kemanusiaan donor darah sedunia yang kebetulan jatuh pada bulan penuh berkah Ramadhan ini,” ujar Heru Sugiharto, Rabu (14/06/2017).

Heru menjelaskan, bahwa di Kabupaten Bojonegoro membutuhkan 2.000 kantong darah perbulan, sedang stock darah hanya tersedia 1.500 kantong darah. Maka diharapkan semua warga memanfaatkan kesempatan ini, apalagi di bulan suci yang penuh berkah bisa diniatkan sebagai amal baik untuk membantu menolong sesama manusia.

“Donor darah di Bojonegoro ada di lima titik pengambilan atau donor darah. Yakni di kantor UTD PMI Jalan Sawunggaling, Taman Rajekwesi, Alun-alun Bojonegoro, Masjid An-Nur Sembung, Kecamatan Kapas, Masjid Baiturrochmad Sumodikaran, Kecamatan Dander. Semoga dengan kegiatan ini dapat memenuhi stock darah di Bojonegoro,” harap Heru.

Sementara selama bulan Ramadhan ini, UTD PMI Bojonegoro harus lebih bekerja keras dengan keliling di masjid-masjid. Biasanya dilakukan usai salat magrib dan salat tarawih. Dengan keliling di masjid tersebut, setiap hari bisa mendapat 20 kantong darah. Sedangkan kebutuhan perhari bisa mencapai 50 kantong darah.

“Jika ada kekurangan darah maka kita meminta droping dari Kabupaten Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan Madiun,” ujar Administrasi UTD PMI Bojonegoro, Yaka Setyawan Pramana.

Menurutnya, sebenarnya dalam kondisi puasa sekalipun masyarakat masih bisa melakukan donor darah. Hanya saja, lanjut dia, sebelum melakukan donor, saat sahur harus makan buah-buahan dan banyak minum air putih. Namun sebagian besar orang masih takut jika puasa kemudian melakukan donor.

Selain itu, Yaka menyampaikan, bahwa ketersediaan darah di UTD PMI Bojonegoro yang paling banyak adalah golongan darah O. Jenis golongan darah O ini stocknya tidak pernah telat. Termasuk golongan darah A dan B. Sedangkan golongan darah AB menjadi golongan darah yang paling susah dicari.

“Golongan darah AB ini minoritas, sehingga sampai membuat komunitas golongan darah AB,” pungkas Yaka menjelaskan. *[Bp]

LEAVE A REPLY