Festival Bengawan 2018 Sebuah Ikhtiar Front of City Bojonegoro

124
Foto : Bupati Bojonegoro, DR. Hj. Anna Mu'awanah membuka Festival Bengawan 2018, Minggu (30/12/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, DR. Hj. Anna Mu’awanah membuka Festival Bengawan tahun 2018 yang bertema “Ruwat dan Rawat”, di Lapangan Sale – Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (30/12/2018).

Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro ini, diikuti 10 desa, 11 umum, 3 kapal VIP, dan di TBS sebagai garis Finish ada 43 pelukis yang nanti hasil lukisannya akan dilelang. Selain itu, ada 23 sastrawan serta ada 25 pelajar yang akan membacakan puisi.

Bupati Bojonegoro, DR. Hj. Anna Mu’awanah dalam sambutannya menyampaikan, Festival Bengawan ini sebagai bentuk rasa syukur kita karena telah dilewati Sungai Bengawan Solo yang memberikan banyak manfaat.

“Festival ini sebagai bentuk penghargaan terhadap Sungai Bengawan Solo yang memiliki sejarah dan daya tarik sendiri bagi Bojonegoro dan Indonesia. Dimana manfaatnya digunakan untuk mengairi sawah serta memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang tentunya sudah diolah dulu,” ucap Bupati Anna.

Foto : Bupati Bojonegoro, DR. Hj. Anna Mu’awanah bersama Forpimda Kabupaten Bojonegoro sedang menaiki salah satu perahu Festival Bengawan 2018, Minggu (30/12/2018).

Ditambahkannya, Festival Bengawan ini bertema “Ruwat dan Rawat”. Yang mana memiliki arti bahwa kita memiliki rasa syukur kepada sang pencipta atas anugerah yang diberikannya dengan cara merawat apa yang sudah diberikan sang pencipta kepada kita ini. Sehingga Sungai Bengawan Solo bisa terus memberikan manfaat kepada kita.

“Agar Bengawan Solo bisa terus memberikan manfaat kepada kita. Kita jangan pernah merusak atau mencemari Sungai Bengawan Solo ini, karena nanti yang rugi juga kita sendiri,” ajak Bupati Anna.

Selain itu, Bupati Anna menyampaikan Festival Bengawan ini merupakan ikhtiar untuk menjadikan Bengawan sebagai Front of City (Depan Kota) yang bisa mendatangkan wisatawan ke Bojonegoro, seperti Negara Thailand yang bisa mengelola sungai sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan sarana transportasi dan juga sarana jual beli (pasar apung).

“Kedepan, harapannya Sungai Bengawan Solo ini tidak hanya menjadi Behind The City (Dibelakang Kota) tapi menjadi Front of City. Dan untuk mewujudkannya, kita harus bisa meniru apa yang dilakukan Kota-Kota diluar negeri. Yang mana sungai disana, baik besar dan kecil dapat dimanfaatkan dengan baik. Contoh saja Thailand yang bisa mengelola sungai sedemikian rupa, sehingga bisa menjadi objek wisata yang menarik wisatawan,” harap Bupati Anna.

Foto : Masyarakat sekitar Sungai Bengawan Solo menyaksikan Festival Bengawan 2018, Minggu (30/12/2018).

Sementara itu, Didik Wahyudi, selaku ketua panitia menyampaikan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada Sungai Bengawan Solo yang telah banyak memberikan manfaat kepada semuanya.

“Marilah kita bersama selalu menjaga kelestarian Bengawan Solo ini, sehingga kelak anak cucu kita bisa merasakan manfaatnya juga,” imbuh Didik Wahyudi.

Penting diketahui, Festival Bengawan yang berlangsung sangat meriah ini, dihadiri pula Wabup Bojonegoro bersama jajaran Forpimda Kabupaten Bojonegoro, Kepala OPD, Kades dan Camat Se- Bojonegoro, serta masyarakat sekitar. *[Bp]

LEAVE A REPLY