Dukung Swasembada Pangan, Kodim 0813 Bojonegoro Gelar Pembinaan Ketahanan Pangan

195
Foto : Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo saat pembinaan pangan kepada 200 Prajurit Kodim 0813 Bojonegoro beserta Jajarannya, Selasa (23/05/2016).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bertempat di Gedung Ahmad Yani Jalan Hos Cokroaminoto Nomor 51 Bojonegoro, Kodim 0813 Bojonegoro menggelar Pembinaan Ketahanan Pangan tahun 2017, Selasa (23/05/2016).

Kegiatan yang dibuka langsung Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo ini, diikuti 200 Prajurit Kodim 0813 Bojonegoro beserta Jajarannya, dan dihadiri Kepala Sub Divisi Regional Bulog III Irsan Nasution, para Perwira Staf dan Komandan Koramil jajaran Kodim 0813 Bojonegoro, serta perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro.

Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah, yaitu mewujudkan swasembada pangan.

“Pertanyaanya, bagaimana supaya ketahanan pangan dapat dipertahankan dan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat diwilayah Bojonegoro,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo meminta kepada seluruh jajarannya untuk meningkatkan kerjasama dengan pihak Bulog Sub Divre III Bojonegoro, untuk membuat Rencana Strategis (Renstra) agar bisa dicontoh oleh daerah-daerah lain.

Sementara, Kepala Bulog Sub Divre III Bojonegoro, Irsan Nasution menjelaskan bahwa pada tahun 2016 gudang Bulog Bojonegoro bisa mengejar target sesuai dengan kebutuhan yang perlu disiapkan oleh Bulog.

“Hal ini berkat bekerja sama dengan TNI Kodim 0813 Bojonegoro dalam hal ketahanan pangan, khususnya diwilayah Kabupaten Bojonegoro,” ucap Irsan Nasution.

Untuk tahun 2017 ini, lanjut Irsan Nasution mengatakan bahwa kerjasama terkait upaya membebaskan gabah dari bahan kimia, karena menyangkut kesehatan.

“Pihak  Bulog sudah berupaya sebaik mungkin, membuat perencanaan ini. Dan bekerjasama dengan Kodim 0813 Bojonegoro untuk melayani masyarakat dalam hal penyerapan gabah,” tambah Irsan Nasution.

Pada kesempatan yang sama, Sulistiyo, perwakilan dari Dinas Pertanian Bojonegoro menghimbau agar para petani bisa mengolah hasil panen, dan bukan berarti harus diarahkan ke Bulog semuanya demi kesejahteraan para petani.

Terkait pupuk organik, Sulistiyo menyampaikan pentingnya pembuatan pupuk organik dari hewan ternak yang dinilai bagus untuk pupuk tanaman pertanian dan hasilnya memuaskan karena tidak mengandung zat kimia.

“Dalam pembuatan pupuk organik, sebisa mungkin bisa menjadi arang atau sudah menjadi sekam. Tunggu sampai 21 hari baru bisa ditaburkan pada tanaman,” ujarnya.

Sementara itu, acara yang bertema “Melalui Pembinaan Ketahanan Pangan Mari Kita Dukung Upaya Pemerintah Mewujudkan Kedaulatan Pangan  Nasional dalam Memanfaatkan Sumber Daya dengan Kearifan Lokal” ini berlangsung sangat dinamis sampai selesai. *[Bp]

LEAVE A REPLY