Dorong Kesejahteraan, EMCL Bantu Sarana dan Prasarana Usahanya 50 Permata

470
Foto : Kepala BPMPD Kabupaten Bojonegoro, Djumari, M.Si. bersama TA - TTG P3MD Kemendesa, M. Fathur Rochman dan lainnya, saat menyerahkan bantuan kepada salah satu Permata, Jumat (24/11/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bertempat di Balai Desa Sukoharjo dan Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (24/11/2017). Sebanyak 50 Perempuan Kepala Rumah Tangga (Permata) yang terdiri 16 Permata dari Desa Sukoharjo, dan 36 Permata dari Desa Leran menerima bantuan sarana dan prasarana penunjang usaha.

Bantuan ini merupakan rangkaian kegiatan program pemberdayaan Permata hasil kerjasama LPM Indonesia dengan ExxonMobil Cepu Limited. Dan bantuan diserah terimakan secara simbolis oleh Kabid UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bojonegoro, Rully Judhi Hernani bersama Perwakilan Camat Kalitidu, Kepala Desa setempat, serta fihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Kabid UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bojonegoro, Rully Judhi Hernani berharap dengan bantuan ini mampu menunjang kemajuan usaha para ibu Permata. Adapun barangnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan usahanya, seperti Etalase, Mesin Parut kelapa, Gerobak, Mesin Jahit elektrik serta prasarana lainnnya.

Ibu yang ramah ini juga menyampaikan, bahwa fihak Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bojonegoro siap untuk memberikan fasilitasi kebutuhan pelatihan pengolahan hasil pertanian bagi ibu – ibu Permata yang menginginkan untuk mendapatkan pelatihan pengolahan hasil Pertanian baik di Desa Leran dan Desa Sukoharjo.

“Kami siap melatih ibu – ibu untuk pengolahan hasil pertanian. Untuk itu, saya berpesan kepada ibu – ibu setelah diberikan  bantuan ini agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, dan sebisa mungkin jangan sampai dijual loo bu,” tutur Rully Judhi Hernani usai menyerahkan bantuan kepada perwakilan Permata di Balai Desa Sukoharjo, sekira jam.10.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Bojonegoro, Djumari, M.Si., saat menyerahkan bantuan di Desa Leran juga berharap agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk usaha, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ibu permata.

“Ibu Permata harus Inovatif dan terus berkreatifitas dengan produk-produk unggulan lokal Desa. Saat ini Pemkab Bojonegoro melalui Dinas PMD juga mempunyai program sejenis, yaitu Program Jalin Matra PFK dengan jumlah sasaran 3.000 KRTP,” ungkap Djumari, M.Si.

Selanjutnya, M. Fathur Rochman, Tenaga Ahli (TA-TTG) Program P3MD dari Kemendesa yang ikut hadir, juga memberikan motivasi. Menurutnya, program pemberdayaan Permata ini merupakan program yang bagus, ada sinergi antara Pemerintah, Perusahaan dan NGO dalam melakukan pemberdayaan masyarakat.

“Semoga Program ini menjadi inspirasi kita semua, khususnya Pemerintah Desa (Pemdes) untuk mengalokasikan anggaran pemberdayaan masyarakat melalui APBDesa, dan saya yakin hasilnya akan lebih maksimal,” tandas Fathur Rochman meyakinkan.

Hal senada disampaikan secara terpisah oleh LPM Indonesia, Dian Widodo. Menurutnya, Program Permata ini adalah program pemberdayaan ekonomi, dimana salah satu capaiannya adalah adanya peningkatan pendapatan bagi Permata.

“Untuk meningkatkan pendapatan bagi Permata. Maka selain dibantu dengan sarana dan prasarana, ibu ibu Permata ini juga mendapatkan pendampingan didalam mengelola usahanya, dan sebelumnya ibu permata juga diberikan pelatihan pengelolaan keuangan dan pola Asuh anak,” pungkas Dian Widodo menjelaskan. *[Bp]

LEAVE A REPLY