Dikunjungi FH Unigoro, Kalapas Perempuan II A Malang Keluhkan Overload Napi

356
Foto : Dekan FH Unigoro, Herawati, MH., saat diterima Kalapas Perempuan Kelas II A - Kota Malang, Ika Yusanti pada study tour Mahasiswa FH Unigoro, Rabu (16/01/2019).

Bengawanpost.com, Malang – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro (FH Unigoro) melaksanakan kegiatan study tour di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (16/01/2019).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 75 mahasiswa FH Unigoro dari semester 3, perwakilan BEM FH Unigoro dan didampingi 8 dosen FH Unigoro ; diantaranya Kaprodi Ilmu Hukum, Endang Susilowati, MH., Dekan FH Unigoro, Herawati, MH., Warek III, Dr. H. M. Yasir, SH., M.Si., dan Kabiro Mahasiswa Didiek Wahju Indarta, SH., S.p1.

Sedangkan dalam kunjungan tersebut rombongan FH Unigoro disambut oleh Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Kelas II A Malang, Ika Yusanti dan ditempatkan di Aula lapas setempat.

Dekan FH Unigoro, Herawati, MH. dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan study tour yang dilakukan FH Unigoro ini merupakan bentuk implementasi dari kuliah lapangan yang menjadi salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Untuk itu, lanjutnya. Diharapkan dengan adanya kuliah lapangan ini dapat memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa, terkait dengan tata kelola Lapas Perempuan satu-satunya di Jawa timur tersebut.

“Harapan kami tentu agar mahasiswa bisa mengetahui terkait pengelolaan dan pembinaan di Lapas khusus Perempuan ini secara langsung,” ujarnya.

Foto : Para mahasiswa FH Unigoro saat study tour di Lapas Perempuan Kelas II A – Kota Malang, Rabu (16/01/2019).

Sementara itu, Kalapas Perempuan Kelas II A Malang, Ika Yusanti turut menjelaskan kepada para mahasiswa terkait kondisi dari lapas yang hanya berkapasitas 164 orang tersebut.

“Saat ini ada sekitar 667 narapidana dan tahanan dari seluruh Jawa Timur yang menempati lapas, sehingga terjadi overload,” ucap Kalapas dalam sambutannya.

Menurutnya, jumlah warga binaan yang 300% lebih banyak dari kapasitas lapas tersebut tidak terlepas dari tidak adanya lapas khusus perempuan lainnya di Jawa Timur.

Pihak lapas juga memberikan informasi bahwa rata-rata narapidana yang ada di Lapas Perempuan Kelas II A Malang adalah terpidana kasus narkoba.

Setelah mendapatkan penjelasan terkait kondisi dan pengelolaan lapas khusus perempuan tersebut, rombongan FH Unigoro diajak berkeliling untuk melihat secara langsung kondisi lapas dan kegiatan warga binaan di sana.

Penting diketahui, para warga binaan di Lapas Perempuan Kelas II A Malang diberikan pembekalan skill yang tidak berbeda dari lapas lain pada umumnya, mulai dari pelatihan pembuatan kecap, ternak lele, menjahit hingga membuat kerajinan tangan. *[Bln / Bp]

data bojonegoro

LEAVE A REPLY