Deklarasi UNIGORO Sebagai Kampus Literasi Diwarnai Launching 4 Buku

460
Foto : Ketua YSB – Unigoro, Mas Arief Januarso, saat berikan cinderamata kepada Gol A Gong dalam Deklarasi Unigoro sebagai Kampus Literasi, Minggu, (16/07/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Universitas Bojonegoro (Unigoro) berdeklarasi sebagai Kampus Literasi, di Aula Sogo Kampus Unigoro, Minggu, (16/07/2017). Acara ini dihadiri langsung tokoh penggerak literasi nasional dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Dunia Banten, Gol A Gong selaku Penasehat Forum TBM Se-Indonesia.

Sebelum deklarasi, telah digelar acara Inspirasi Menulis oleh Gol A Gong untuk Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Bojonegoro, dan segenap Civitas Akademika Unigoro, serta Forum TBM Se-Bojonegoro juga komponen masyarakat lainnya, terkait pentingnya tulisan bagi berkembangnya sebuah peradaban bangsa.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Suyitno (YSB) – Unigoro, Mas Arief Januarso menyampaikan, akan selalu mendorong Unigoro untuk senantiasa menghasilkan karya – karya yang akan menjadi jejak dan penanda peradaban di Bojonegoro kelak. Karena, dirinya menyadari betapa pentingnya karya literasi bagi sejarah peradaban manusia di masa depan.

“Semoga dengan Unigoro sebagai Kampus Literasi dan kehadiran Gol A Gong ini, kedepan mampu memotivasi mahasiswa maupun dosen Unigoro, dan masyarakat Bojonegoro pada umumnya untuk selalu cinta membaca dan produktif menulis buku – buku,” harap Mas Arif sang tokoh muda yang dikenal sebagai Bacabup Bojonegoro ini.

Mas Arief menambahkan, untuk meningkatkan kwalitas menulis dosen dan mahasiswa, maka Unigoro bekerjasama dengan lembaga Menebar Energi Positif (MEP) pimpinan Yusron Amunullah, adik Kyai kondang Emha Ainun Najib. Tujuannya agar Unigoro sering menggelar bedah buku, dan MEP juga sebagai editor tulisan – tulisan yang ada di Unigoro ini.

Bahkan wujud komitmen Unigoro sebagai Kampus Literasi, lanjut Mas Arief menyampaikan, bahwa pada acara ini dilaunching 4 buku karya dosen Unigoro dan penggiat literasi Bojonegoro. Diantaranya ada buku karya dosen Fisip Unigoro, Ahmad Taufiq yang berjudul “Republik Simbol”, dan buku – buku lainnya.

Masih dalam acara ini, Mas Arief mengajak Civitas Akademika Unigoro untuk mewujudkan Unigoro sebagai Kampus Literasi. Menurutnya, sekecil apapun niat baik kita jangan pernah takut melakukannya. Sehingga seberat apapun konsekwensi Kampus Literasi yang sudah dideklarasikan ini, marilah kita buktikan bahwa Unigoro pasti bisa. Unigoro pasti bisa..

“Jangan pernah takut untuk meraih mimpi, apapun itu. Orang bijak bilang, raihlah mimpimu setinggi langit. Demikian pula halnya saya, semua orang mengatakan bahwa saya tidak akan bisa jadi Bupati Bojonegoro. Namun kalau Allah menyetujuinya, maka saya pasti akan menjadi Bupati,” pungkas Mas Arief seraya disambut gemuruh tepuk tangan hadirin. *[Bp]

LEAVE A REPLY