Deklarasi Kampung Pesilat Warnai Upacara HJB Ke-339

1201
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto, bersama segenap Forpimda Bojonegor dan 13 Ketua Umum Perguruan Pencak silat saat mendeklarasikan Bojonegoro sebagai Kampung Pesilat.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bertempat di Alun-alun Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (20/10/2016). Ratusan pesilat dari berbagai Perguruan Silat di Kabupaten Bojonegoro, mendeklarasikan Bojonegoro sebagai Kampung Pesilat di hadapan peserta Upacara Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-339.

Deklarasi yang digagas Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro ini, diikuti 13 Perguruan Silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), diantaranya Tapak Suci Putra Muhammadiyah, PSHT, PSH Winongo Muda, PD, IKSPI, RASA, ASAD, PO, MP, Rajekwesi, Gubuk Remaja, IPSNU PN dan Margaluyu 151.

Dalam Deklarasi ini, salah satu perwakilan pesilat membacakan Ikrar sambil diiringi peragaan jurus oleh ratusan pesilat di hadapan Bupati dan Wabup Bojonegoro, Dandim 0813, Kapolres, Ketua DPRD, para Camat dan Kepala Desa se- Kabupaten Bojonegoro serta undangan lainnya. Setelah itu, penandatangan deklarasi.

Selanjutnya, Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto (Kang Yoto), Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro, dan Dandim 0813 Letkol Inf M. Herry Subagyo berkenan memakaikan jaket dari Polres Bojonegoro, dan juga sebanyak 13 Ketua Umum Perguruan Pencak silat memberikan cindramata berupa senjatanya kepada Forpimda Bojonegoro ini.

Bupati Bojonegoro, Kang Yoto dalam sambutannya meminta kepada Kapolres dan Dandim 0813 Bojonegoro terus mengawal, memberikan pembinaan dan arahan kepada para pendekar silat di Bojonegoro ini. “Mari kita ciptakan para pendekar-pendekar silat yang hebat dari Bojonegoro,” ujarnya usai penandatanganan deklarasi itu.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro mengungkapkan bahwa, terbentuknya Kampung Pesilat ini merupakan implementasi dari program Kapolri, yakni Promoter, penguatan Harkamtibmas serta membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Selain itu juga, untuk membuat kerukunan antar perguruan silat, yang dulu sempat diisukan sering terjadi perkelahian antar kelompok perguruan,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo. Menurutnya, dengan sinerginya antar kelompok perguruan silat ini bisa menjaga ketertiban, mewujudkan rasa kenyamanan dan menjalin kerukunan serta persaudaraan baik itu antar perguruan pencak silat maupun diluar perguruan silat.

“Dengan persatuan dan kesatuan itu, maka bisa untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Bojonegoro,” pungkasnya. *[Bp]

LEAVE A REPLY