Dandim dan Kapolres Bojonegoro Peduli Kamtibmas

376
Foto : Aksi Balatkom di Makodim 0813 Bojonegoro

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Ratusan orang dari berbagai elemen yang tergabung dalam Gerakan aksi Bahaya Laten Komunis (Balatkom) lakukan Aksi damai menolak bangkitnya faham komunisme (PKI), mereka yang terdiri dari Mahasiswa Unigoro, PD Pemuda Muhammadiyah, PD Nasi’atul Aisiyah, PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), PD Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Kwarda Hisbul Wathan, Margoluyu 151, Aspertib, Satkorcab Banser dan GM FKPPI, di Kodim 0813 Bojonegoro, Kamis (19/5/2016) siang.

Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Kav Donova Pri Pamungkas dan Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro, dihadapan para peserta aksi unjuk rasa yang juga dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-108 tahun 2016 itu, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan Negara di masyarakat.

“Terima kasih kepada peserta unjuk rasa yang masih peduli dengan keutuhan NKRI, sehingga dengan ada kepedulian itu, kita dapat menghadapi bahaya laten faham komunis dan radikal di masyarakat,” ujar Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Kav Donova Pri Pamungkas.

Aksi damai yang mendapat apresiasi oleh Dandim 0813 Bojonegoro tersebut, juga dilakukan sebelumya di halaman kantor DPRD dan kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Diharapkan, agar segala upaya gerakan yang merongrong keutuhan NKRI itu harus diwaspadai bersama-sama, baik oleh aparat TNI, Polri maupun masyarakat sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro, menyampaikan untuk meningkatkan persatuan dan kebersamaan dengan cara waspada setiap saat agar gangguan terhadap keamanan dan ketertiban di masyarakat dapat ditanggulangi.

“Terciptanya suatu suasana yang kondusif di masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga dengan menyadari pentingnya Kamtibmas itu, maka masyarakat tidak akan mudah terpecah belah. Sehingga, faham-faham yang menyimpang dari aturan undang-undang tersebut tidak masuk kedalam masyarakat,” terangnya.

Selain itu, Kapolres Bojonegoro meminta agar masyarakat saling aktif berkomunikasi. Hal itu dilakukan agar setiap gerakan yang masuk untuk hal-hal yang negative bisa dideteksi oleh masyarakat sendiri.

“Dengan aktifnya komunikasi itu segala kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban, maka suasana Kamtibmas dapat tercipta lebih baik lagi,” tutur Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro.

Aksi Balatkom diakhiri dengan do’a bersama di Aula Ahmad yani Makodim 0813 Bojonegoro yang dipimpin oleh Ustadz Munajat dari Satkorcab Banser Bojonegoro. Dengan khusyu’ para peserta aksi mengikuti do’a dengan harapan, Bojonegoro pada khususnya dan Indonesia pada umumnya menolak kembalinya paham komunis PKI di negeri tercinta ini. [Bp]

LEAVE A REPLY