Cegah Golput, Bakesbangpol Linmas Bojonegoro Gelar Diskusi Pilkada 2018

86
Foto : Kasdim 0813 Bojonegoro, Mayor Inf Widodo bersama Wabup Bojonegoro, Setyo Hartono dan Tokoh lainnya, saat menjadi narasumber Diskusi Kesiapan Pilkada Bojonegoro tahun 2018 dan Sinergitas Hubungan Antar Lembaga Supra dan Infra Struktur Politik, yang digelar Bakesbangpol Linmas Kabupaten Bojonegoro, Jatim, Selasa (22/08/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Kabupaten Bojonegoro menggelar Diskusi dan Sinergitas Hubungan Antar Lembaga Supra dan Infra Struktur Politik, di Ruang Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (22/08/2017).

Acara yang yang bertema “Meningkatkan Partisipasi Politik Dalam Menyongsong Pilkada Serentak Tahun 2018 di Kabupaten Bojonegoro ini, menghadirkan narasumber diantaranya Kasdim 0813 Bojonegoro, Mayor Inf Widodo, Wabup Setyo Hartono, Ketua DPRD Bojonegoro, Kasubbag Humas Polres, Kasat Pol PP, dan Tokoh Masyarakat.

Sekretaris Bakesbangpol Bojonegoro, Khusnan berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin sadar dalam menggunakan hak pilihnya. Sehingga, menurunkan angka golput serta adanya keharmonisan antar kelembagaan supra dan infra struktur politik.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun 2018 mendatang,” ucap Khusnan dalam acara ini.

Sementara itu Wabup Bojonegoro, Setyo Hartono dalam sambutannya menyampaikan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang politik diharuskan adanya ketertarikan dari masyarakat. Oleh karena itu bagi calon-calon pemimpin, bukan hanya gambar yang terpampang saat ini.

“Seperti kita lihat di Bojonegoro mulai Margomulyo sampai dengan Baureno banyak sekali gambar-gambar calon pemimpin. Namun hanya gambar, calon pemimpin harus menemui masyarakat dan berinteraksi dengan mereka, sehingga akan menimbulkan ketertarikan yang lebih tinggi dari masyarakat,” ujar Wabup.

Untuk menjadi  pemimpin, dikatakan lebih lanjut oleh Wabup bahwa seseorang harus mempunyai tiga syarat. Yang pertama, seorang pemimpin harus mempunyai niat yang baik. Yang kedua, seorang pemimpin harus konsisten. Dan yang ketiga, seorang pemimpin harus memiliki rasa adil.

Selain itu, Wabup Setyo Hartono juga mengingatkan kepada TNI, Polri dan PNS jangan melibatkan diri dalam politik praktis, karena hal tersebut nantinya akan merugikan diri sendiri.

“Semoga kegiatan ini memberikan pengetahuan sedalam-dalamnya bagi peserta sehingga terjadi diskusi timbal balik, yang mana nantinya akan menciptakan eskalasi politik di Bojonegoro yang semakin cerdas,” tambah Wabup Setyo Hartono.

Dalam kesempatan yang sama ditegaskan oleh Kasdim 0813 Bojonegoro, Mayor Inf Widodo. Bahwa sesuai UU TNI nomor 34 tahun 2004, didalam pasal 39 ayat 2 menyebutkan setiap Prajurit dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis. Dan didalam Pasal 47 Ayat 1 disebutkan bahwa Prajurit hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif keprajuritan.

“Untuk mensukseskan Pilkada Bojonegoro pada tahun 2018 mendatang, maka TNI akan membantu pihak Kepolisian dalam mengamankan pelaksanaan Pilkada di Bojonegoro, dan mendukung sepenuhnya setiap kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah,” tegas Mayor Inf Widodo.

Sementara itu, acara yang diikuti oleh peserta dari unsur pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Partai Politik (Parpol), Ormas, Blogger, Mahasiswa / Mahasiswi, dan lembaga-lembaga lainnya ini berlangsung interaktif sampai selesainya acara. *[Bp]

LEAVE A REPLY