Cegah Berita Hoak, EMCL dan Polres Bojonegoro Sosialisasikan Internet Sehat

267
Foto : Suasana Sosialisasi Internet Sehat, di MTs Bahrul Ulum Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (05/08/2017) pagi.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Beberapa waktu terakhir ini Bojonegoro dihebohkan dengan penangkapan warga yang diduga telah melakukan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), beberapa diantara mereka dari kalangan muda. Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak, diantaranya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Relawan Teknologi Informasi (RTIK) Bojonegoro.

EMCL selaku Operator minyak dan gas bumi Lapangan Banyu Urip ini bekerjasama dengan RTIK Bojonegoro mewujudkan perhatiannya dalam program kampanye internet sehat di kalangan pelajar. Kegiatan dilaksanakan di MTs Bahrul Ulum Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (05/08/2017).

AKP Mashadi, SH menjelaskan bahwa Polres Bojonegoro memiliki tim Cyber Troop’s yang bertugas mengawasi aktivitas dunia maya. Khususnya yang dilakukan oleh warga Bojonegoro.

“Cyber Troop’s merupakan mata kita di dunia maya. Oleh sebab itu, mari kita cerdas dalam bermedia sosial,” ujar Kasubbag Humas Polres Bojonegoro ini.

Masih dalam kesempatan ini, Juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya mengatakan, program ini merupakan komitmen EMCL mendukung pemerintah dalam meningkatkan taraf pendidikan di Kabupaten Bojonegoro.

Keahlian EMCL, kata dia, di bidang industri migas. Oleh karena itu, dalam mewujudkan kepeduliannya EMCL perlu menggandeng pihak-pihak terkait dan yang berkompeten di bidangnya.

“Kita akan terus mendukung dan mengapresisasi kegiatan-Kegiatan positif di masyarakat,” katanya.

Rexy juga mengapresiasi dukungan masyarakat dalam mewujudkan suksesnya proyek negara di Lapangan Banyu Urip.

“Program-program kami di antaranya merupakan bentuk apresiasi terhadap dukungan tersebut,” ucap Rexy.

Sementara itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Pejabat Sementara Kepala Kementrian Agama Kabupaten Bojonegoro, Moh. Muhlisin Mufa M.Pd.I dan Kepala Sekolah MTs Bahrul Ulum, Dimyati. Kemenag maupun pihak sekolah mendukung dan berterima kasih kepada EMCL, Polres, dan RTIK Bojonegoro yang masih memperhatikan dunia pendidikan, khususnya sekolah di wilayah binaan Kementrian Agama.

“Beberapa contoh kasus pelanggaran siswa di Bojonegoro kebanyakan justru didukung dengan kecanggihan tekhnologi seperti internet. Hal ini cukup mengkhawatirkan, sehingga perlu dibentengi bersama dengan kegiatan seperti ini,” tandas Moh. Muhlisin Mufa M.Pd.I.

Perlu diketahui, kampanye internet sehat ini merupakan kegiatan yang ketiga kali di tahun 2017 dari sepuluh sesi yang rencananya akan dilaksanakan hingga November mendatang. Selain di tingkat SMP, RTIK Bojonegoro juga mendatangi SMA dan SMK. *[Bp]

LEAVE A REPLY