Cegah Banjir, Pak Mul Akan Renovasi Tanggul Kali Ingas Kanor

310
Foto : Sekda Kabupaten Bojonegoro sekaligus Cabup Bojonegoro, Pak Mul, saat berdialog dengan warga dan beberapa perangkat desa di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo, di Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu malam (08/01/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Pemimpin adalah pelayan masyarakat. Karenanya, seorang pemimpin harus ikhlas selalu siap setiap saat untuk melayani masyarakat yang membutuhkannya kapanpun dan dimanapun, serta yang terpenting memberikan solusi penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat yang dipimpinnya.

Hal tersebut seperti yang dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, H. Soehadi Moeljono (Pak Mul) yang juga sebagai Calon Bupati (Cabup) Bojonegoro, saat meninjau lokasi akibat banjir luapan Bengawan Solo yang telah menjebol tanggul kali Ingas di Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu malam (08/01/2018) sekitar jam 22.30.

Selain meninjau jebolnya tanggul kali Ingas yang sebelumnya telah dilakukan kerja bakti oleh warga setempat, Cabup yang berslogan ‘Semua Bekerja – Semua Sejahtera’, Pak Mul ini juga berdiskusi dengan warga dan beberapa perangkat desa di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo dengan gayeng hingga pukul 23.45 WIB. Mereka fokus berbicara soal nasib para petani pada jangka panjang.

“Bojonegoro yang terletak dihilir Bengawan Solo pada musim hujan begini rawan terkena banjir. Karenanya, kami akan serius menanganinya dengan membuatkan sebuah tanggul sungai / cekdam untuk mengantisipasi melubernya air sungai ke sawah, dan berguna juga untuk irigasi pertanian Desa Temu dan sekitarnya,” ujar Pak Mul dihadapan warga yang mengikuti diskusi tersebut.

Selanjutnya sebagai langkah kongkretnya, Pak Mul Cabup Bojonegoro yang berpasangan dengan Ketua DPRD Bojonegoro, Hj. Mitro’atin ini, menjanjikan  akan membangun tanggul atau tangkis penahan air anak kali Ingas yang melintas di timur Desa Temu sepanjang kurang lebih 2 kilo meter dengan ketinggian sekitar 2 meter, serta perbaikan infrastruktur pertanian lainnya.

Menurut Cabup yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar’, bahwa pembangunan tanggul tersebut, karena anak kali Ingas menjadi momok warga Temu pada saat Bengawan Solo banjir, sehingga harus segera dilakukan penanganan agar petani tenang, dan produktivitas pertaniannya meningkat. Namun dirinya juga mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkugan dengan penanaman pohon dan tidak membuang sampah ke sungai. *[Bp]

LEAVE A REPLY