Bupati Kang Yoto : Bojonegoro Adalah Miniatur Kebhinekaan Indonesia

192
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto saat memberikan sambutan pada pembukaan seminar dan dialog Wasbang yang digelar Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro, Rabu (09/08/2017) pagi.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Untuk meningkatkan  Wawasan  Kebangsaan (Wasbang) para pelajar di Kabupaten Bojonegoro. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro mengadakan seminar dan dialog, di Gedung Pertemuan Dharma Wanita Kabupaten Bojonegoro, Jatim, Rabu (09/08/2017) pagi.

Dengan mengambil tema “Membangun Negeri Dengan Semangat Gotong Royong Tanpa Melihat Latar Belakang Perbedaan Yang Ada Demi Merajut Kebhinekaan Dalam Bingkai NKRI”, acara ini dibuka langsung Bupati Bojonegoro, Kang Yoto.

Dalam acara tersebut menghadirkan beberapa pembicara antara lain Letkol Inf M Herry Subagyo (Dandim 0813 Bojonegoro), Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro, OKP Komunitas Pemuda Lintas Agama, dan Gus Sholahudin dari Praktisi Agamis.

“Peserta  kegiatan ini adalah  generasi  muda  lintas  agama  yang  ada  di  Kabupaten  Bojonegoro. Mereka akan  diberikan  referensi  tentang nasionalisme dan ketrampilan hidup yang harus dimiliki generasi  Bojonegoro,” ujar Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro, Kusbiyanto dalam laporannya.

Lebih lanjut Kusbiyanto mengajak kepada generasi muda dan semua fihak untuk saling menjaga dan menghormati keberagaman Bangsa Indonesia. Apalagi Bojonegoro  telah menjadi  Kabupaten OGP dan Kabupaten  Welas  Asih.

Masih dalam kesempatan ini, Warsito perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro mengingatkan kepada seluruh peserta agar menanamkan budaya gotong  royong  dan kerja bakti. Karena budaya ini adalah warisan leluhur yang sangat baik yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Contoh budaya gotong royong dan kerja bhakti ini harus bisa diterapkan di jenjang sekolah. Yakni tolong menolong, dan mengerjakan tugas piket bersama seperti menyapu sebagai bentuk sederhana menerapkan budaya gotong royong,” ungkap Warsito.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Kang Yoto dihadapan peserta menuturkan, bahwa paradigma yang terjadi dari masa ke masa, mulai masa kecil sampai masa remaja di bangku perkuliahan bagi beliau pribadi telah mengubah cara pandang. Ditambah lagi kesempatan bertemu dengan beberapa tokoh penting di negeri ini membuat wawasan dan pengetahuan semakin luas.

“Waktu awal masa kuliah, pandangan saya tentang pemerintah demikian sempit dan cenderung negative. Namun seiring waktu dan banyaknya pergaulan dengan banyak tokoh membuat pandangan terhadap pemerintah lambat laun berubah menjadi semakin luas, karena melihat pemerintahan itu dari berbagai sisi,” tutur Kang Yoto.

Kang Yoto.menambahkan  bahwa beliau  pernah menjadi  politikus dan aparatur pemerintah. Menjadi Ini itu, adalah proses  yang harus  dilakukan  secara  terus menerus. Para pendiri bangsa kita menyadari betul bahwa Indonesia secara harfiah  tanah dan tempat  berpijak  sudah ada.  Namun jiwa atau ruh bangsa Indonesia harus senantiasa dibangun.

“Untuk mewujudkan cita – cita menjadi  indonesia  adalah  yang pertama  menerima kebhinekaan, lalu kesanggupan menerima kepahitan  masa lalu dan menjadi  lebih  baik dimasa depan,  kesanggupan untuk menjaga Indonesia, serta meluaskan hati juga jiwa,” tambah Kang Yoto.

Bojonegoro  adalah miniatur  keragaman  Indonesia , lanjut Kang Yoto menyampaikan, bahwa salah  satunya bisa ditemukan  di Desa Pajeng  Kecamatan  Gondang, Kabupaten Bojonegoro.  Mereka menjalankan  nilai  gotong  royong. Bahkan  di Desa ini mampu  swadaya  membangun  gedung  sekolah.

Menurutnya, hal penting  yang bisa kita pelajari  dari Desa pajeng  adalah adanya loyalitas primer dan sekunder yang terjaga tanpa memandang agama dan faham. Semuanya  saling  mengerti dan memahami  masing – masing  peran dan tanggung jawabnya.

“Kunci suksesnya pembangunan itu, jika ada ruang publik  saling  mendengar  dan mau menerima sehingga  saling  melengkapi. Karena dengan menerima cara pandang  yang  berbeda inilah akan menjadi modal sosial yang sangat kuat dalam menentukan kesuksesan suatu pembangunan,” pungkas Kang Yoto akhiri sambutan pembukaannya. *[Bp]

LEAVE A REPLY