BUMDes Se- Bojonegoro Dilirik BPJS Ketenagakerjaan Untuk Sinergi PERISAI

148
Foto : Deputi Direktur Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS, Cotta Sembiring (Kiri) bersama Kadisnakertrans Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto, saat hadiri sosialisasi agen PERISAI BPJS Ketenagakerjaan, di hotel Aston Bojonegoro, Kamis (08/11/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bertempat di hotel Aston Bojonegoro, Kamis (08/11/2018), ratusan pengurus dan anggota BUMDes (Badan usaha milik desa) Se- Kabupaten Bojonegoro mengikuti sosialisasi Penggerak Jaminan Sosial Nasional (PERISAI) sebagai program insiatif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Deputi Direktur Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS, Cotta Sembiring kepada Bengawanpost sebelum acara menyampaikan, tujuan acara ini untuk menginfokan kepada masyarakat, khususnya Bojonegoro bahwa fihaknya akan bekerjasama dengan BUMDes terkait masalah PERISAI untuk warga pekerja didesanya masing-masing.

“Saat ini beberapa Pemerintah Desa (Pemdes) di Bojonegoro sudah terdafatr di BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, diharapkan dengan sosialisasi PERISAI ini menjadikan Pemdes dengan BUMDes bisa bersinergi dalam pecepatan pelindungan jaminan social untuk setiap warga pekerja pada masing-masing desanya,” ungkap Cotta Sembiring.

Dijelaskan pula, bahwa PERISAI merupakan inovasi program dari BPJS Ketenagakerjaan guna memperluas cakupan kepesertaan dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui sistem keagenan, untuk mengakuisisi pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) dan Usaha Mikro Kecil Menengah Umum (UMKM).

“BUMDes akan direkrut menjadi agen program PERISAI. Dengan setiap agen akan mendapat insentif sebesar 7,5 persen untuk setiap pembayaran iuran, dan insentif senilai Rp.500 ribu, jika dapat merekrut 50 anggota setiap bulannya,” jelas Cotta Sembiring.

Foto : Suasana sosialisasi agen PERISAI BPJS Ketenagakerjaan, di hotel Aston Bojonegoro, Kamis (08/11/2018).

Ditambahkannya, bahwa ada 35.000 BUMDes Se- Indonesia. Dan dirinya sudah menyosialisasikan agen PERISAI ini ke BUMDes di Madiun, Banyuwangi, Jember dan daerah lainnya. Termasuk saat ini di Bojonegoro, dimana dinilainya prospek BUMDes di Bojonegoro jadi agen PERISAI itu sangat strategis, karena Bojonegoro mempunyai 420 Desa dengan jumlah 158 BUMDes yang aktif.

“Meski baru 10 persen dari 35.000 BUMDes Se- Indonesia yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Namun Bojonegoro ini ada 420 Desa dengan jumlah 158 BUMDes yang aktif, dan jika ini digarap serentak maka ada 3000 pekerja akan masuk jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tambahnya.

Disampaikan pula, dalam sosialisasi ini fihaknya melibatkan stakeholder terkait diantaranya Kadisnakertrans Kabupaten Bojonegoro. Dan semoga dengan kelibatan stakeholder terkait menjadikan masyarakat cepat memahami pentingnya ikut BPJS Ketenagakerjaan

“Sesuai dengan Undang-Undang, bahwa pekerja formal maupun informal itu diwajibkan dapat pelindungan jaminan social. Dan jangan sampai jika terjadi kecelakaan kerja ada yang dapat jaminan, namun lainnya tidak mendapatkan jaminan karena tidak diikutkan BPJS Ketenagakerjaan. Itu namanya diskriminasi,” tandas Cotta Sembiring.

Sementara itu, Kadisnakertrans Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto yang turut hadiri acara ini sangat mendukung sosialisasi program agen PERISAI BPJS Ketenagakerjaan kepada BUMDes dan Kades Se- Kabupaten Bojonegoro ini.

“Semoga masyarakat khususnya pengurus dan anggota BUMDes Se- Bojonegoro bisa ikut program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga masyarakat mendapatkan jaminan perlindungan social,” pungkas Agus Supriyanto. *[Bp]

LEAVE A REPLY