BPBD Himbau Masyarakat Waspada Bencana

514
Foto : Kalaksa BPBD Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Hujan deras pada Sabtu tanggal 29 Oktober 2016 sekitar pukul 17.30 WIB, yang mengguyur wilayah Kecamatan Kalitidu dan sekitarnya mengakibatkan 1 rumah warga ambruk. Hal ini sebagaimana laporan yang masuk di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Berdasarkan data yang dihimpun media, Selasa (1/11/2016) siang, akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda, mengakibatkan rumah milik Basri umur 46 tahun warga Desa Mlaten Rt 10 RW 02, Kecamatan kalitidu. Rumah berukuran 7×9 meter ini ambruk diterjang angin kencang ditaksir kerugiannya mencapai 30 juta rupiah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo menghimbau kepada seluruh warga Bojonegoro untuk mewaspadai angin kencang. Apalagi saat musim musim pancaroba atau peralihan seperti ini, rawan terhadap bencana angin kencang yang disertai hujan.

“Jika hujan disertai angin kencang terjadi agar mewaspadai dan apabila berada di jalan usahakan untuk tidak berteduh di bawah pohon. Dan apabila ada pohon-pohon yang sudah rapuh dimohon agar warga melaporkan kepada SKPD terkait,” imbuhnya.

Menurutnya, untuk bulan Nopember ini, sifat hujan masih titik normal, yakni antara 85-115 persen dengan curah hujan mencapai 51-544 persen. Sedangkan untuk bulan desember diperkirakan sifat hujan tak jauh beda dengan bulan selanjutnya, yakni curah hujan mencapai 151 – 576 milimeter.

Lebih lanjut, Andik menjelaskan bahwa saat musim-musim hujan seperti ini, selain angin kencang dan hujan deras. Hal lain yang harus diwaspadai adalah tanah longsor. Untuk di Bojonegoro wilayah potensi tanah longsor terdapat di 10 titik, dengan intensitas menengah sampai tinggi. Adapun di 10 kecamatan tersebut antara lain.

“Kecamatan Sugihwaras, Trucuk, Malo, Bubulan, Margomulyo, Tambakrejo, Purwosari, Ngambon dan Temayang. Serta Kecamatan Kasiman masuk di kriteria wilayah potensi tanah longsor di kelas menengah. Untuk itu, Kesiapsiagaan menjadi kunci utama apalagi kita hidup di daerah daerah yang memang rawan bencana baik, banjir, angin kencang maupun rawan tanah longsor,” pungkasnya. *[Bp]

 

LEAVE A REPLY