Bersama Pak Mul, Saatnya Wujudkan Ketangguhan Petani Bojonegoro

473
Foto : Ketum terpilih DPK HKTI Kabupaten Bojonegoro periode 2017 – 2022, Pak Mul (Drs. H. Soehadi Moeljono, MM.) berfoto dengan pengurus HKTI Se- Bojonegoro usai Muskab, Minggu (22/10/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (22/10/2017).

Muskab yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum (Ketum) HKTI Jawa Timur (Jatim), H. Ahmad Nawardi, yang juga sebagai Wakil Ketua MPR RI, dan dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus Kecamatan HKTI Se- Bojonegoro (28 Kecamatan) ini, berjalan antusias dan semarak.

Ketum HKTI Jatim, H. Ahmad Nawardi menyampaikan, bahwa banyak persoalan yang dihadapi petani, baik yang berhubungan langsung dengan produksi dan pemasaran hasil pertaniannya, maupun yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

“HKTI ini sebagai wadah kerukunan tani, yang bertujuan agar sinergi antar petani dan pemerintah selalu meningkat. Sehingga dari tahun ketahun semakin banyak petani yang sejahtera dan makmur,” harap H. Ahmad Nawardi saat pembukaan berlangsung.

Perlu diketahui, Muskab atau konsolidasi pengurus HKTI Se- Bojonegoro ini untuk melaksanakan forum tertinggi pemilihan Ketua Umum  HKTI definitive, dan membentuk kepengurusan HKTI Bojonegoro masa periode 2017 – 2022, serta rekomendasi program kerja kedepannya.

Adapun dalam Muskab, atau forum tertinggi tersebut, telah terpilih secara aklamasi Ketum DPK HKTI Bojonegoro yang baru untuk 5 tahun kedepan. Yakni Drs. H. Soehadi Moeljono, MM.

“Masa depan dunia berada di tangan pangan, kedepannya bukan konflik migas, tapi hasil-hasil pangan, serta problem di sektor pertanian mulai dari hulu dan hilir harus menjadi PR yang kita selesaikan bersama. Sudah saatnya petani di Bojonegoro jaya dan makmur,” ucap Drs. H. Soehadi Moeljono, MM., atau yang akrab disapa Pak Mul ini dalam pesannya saat memberikan sambutan sebagai Ketum terpilih.

Pak Mul menambahkan, bahwa tidak sedikit pula petani di Bojonegoro ini yang mempunyai lahan sempit,  bahkan para petani yang tidak punya lahan dan hanya sebagai buruh tani. Untuk itu, maka harus ada pemberdayaan dan cara pandang dan berfikir ketika pasca panen.

“Kedepan, tugas kita sekarang adalah mendidik petani untuk menjadi petani-petani tangguh, yang memiliki produktivitas tinggi, dan mampu berinovasi dalam memanfaatkan hasil panennya, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani sekaligus mewujudkan ketahanan pangan nasional,” pungkas Pak Mul dengan mantab. *[Bp]

LEAVE A REPLY