Beri Contoh Baik, Honorer Pemkab Bojonegoro Harus Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

164
Foto : Anggota DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi bersama Kadisnakertrans Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto dan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro, Budi Santoso, saat FGD pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan bagi pegawai honorer dilingkup Pemkab Bojonegoro, Selasa (08/05/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro mengadakan Fokus Group Discussion (FGD) terkait pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan bagi pegawai Non ASN dan GTT / PTT (Honorer) dilingkup Pemkab Bojonegoro.

Acara yang bertempat di Hotel Aston Bojonegoro ini, menghadirkan narasumber dari Anggota DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, dan Kadisnakertrans Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto, serta diikuti puluhan peserta dari fihak terkait.

Dalam pemaparannya, Anggota DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi menyampaikan, dirinya akan memperjuangkan payung hukum / kebijakan bagi pegawai Non ASN dan GTT / PTT dilingkup Pemkab Bojonegoro untuk diikutkan program BPJS Ketenagakerjaan.

“Pegawai Non ASN dan GTT / PTT dilingkup Pemkab Bojonegoro harus diikutkan BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat untuk juga mengikuti BPJS Ketenagakerjaan,” tandas Sally Atyasasmi, Selasa (08/05/2018).

Foto : Anggota DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi (Tengah) dan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro, Budi Santoso, dan para peserta FGD pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan bagi pegawai honorer dilingkup Pemkab Bojonegoro, Selasa (08/05/2018).

Hal senada disampaikan Kadisnakertrans Bojonegoro, Agus Supriyanto. Menurutnya, beberapa pegawai honorer di Pemkab Bojonegoro seperti tukang sapu sudah diikutkan BPJS Ketenagakerjaan, dan kedepan dirinya berharap semua honorer diikutkan juga BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro, Budi Santoso menyampaikan, ada 2 program BPJS Ketenagakerjaan yang akan diberikan kepada pegawai honorer dilingkup Pemkab Bojonegoro, yakni program kematian dan kecelakaan kerja.

“Kami akan terus melakukan upaya persuasive terhadap kesuksesan pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan bagi pegawai honorer dilingkup Pemkab Bojonegoro. Karenanya, kami mengapresiasi komitmen dari stakeholder terkait (Sally Atyasasmi dan Agus Supriyanto, red) dalam FGD ini,” ungkap Budi Santoso.

Dalam FGD ini, para peserta terlihat sangat antusias mengikutinya. Banyak pertanyaan dan pernyataan dari peserta yang intinya mendorong Pemkab Bojonegoro untuk memperhatikan nasib pegawai honorer dengan mengikutkannya program BPJS Ketenagakerjaan. *[Bp]

LEAVE A REPLY