Berdayakan Petani, Kang Johari Mustawan Dukung Pendirian PBT Bojonegoro

306
Foto : Caleg DPRD Provinsi Jatim PKS No.1 - Dapil 12, Kang Johari Mustawan (Kaos Putih, Berdiri) bersama Ketua PBT Bojonegoro, Muntholib dan anggotanya usai pendirian PBT Bojonegoro, Selasa (21/11/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan petani, puluhan buruh tani dan petani penggarap perwakilan Kecamatan Se- Kabupaten Bojonegoro mendirikan Paguyuban Buruh Tani (PBT) Bojonegoro, Selasa (21/11/2018).

Acara yang bertempat di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro ini, menghadirkan Kang Johari Mustawan, selaku Caleg DPRD Provinsi Jatim PKS (Partai Keadilan Sejahtera) No.1 – Dapil 12 (Bojonegoro – Tuban), dan undangan lainnya.

“PBT Bojonegoro ini didirikan sebagai wadah untuk memberdayakan dan memperjuangkan kesejahteraan petani, dan semoga kehadiran Kang Johari Mustawan dapat membantu pemberdayaan dan perjuangan buruh tani jika terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Jatim,” ujar Ketua PBT Bojonegoro, Muntholib.

Menanggapi harapan PBT Bojonegoro, Kang Johari Mustawan mengapresiasi dan mendukung pendirian PBT Bojonegoro, karena nasib suatu kaum tidak akan berubah kecuali dengan usahanya sendiri. Sedangkan bantuan dari pihak lain hanya merupakan tambahan kekuatan bagi perjuangan tersebut.

“Petani itu harus mengorganisir dirinya sendiri. Bergabung dalam sebuah wadah perjuangan seperti PBT Bojonegoro ini. Karena masyarakat yang kecil – kecil (baik petani gurem maupun buruh tani) hanya mempunyai kekuatan jika bersatu dan gotong – royong,” ucap putra dari Kyai NU ini.

Ditambahkannya, kondisi 70% petani Indonesia termasuk Bojonegoro merupakan buruh tani dan petani penggarap yang kondisinya miskin bisa menjadi masyarakat sejahtera, jika pemerintah menerapkan kebijakan pembangunan pertanian yang adil terhadap sistem produksi dan sistem pangan, dan memperhatikan penataan sumber agraria tanah atau reforma agrarian.

“Semoga dengan berdirinya PBT Bojonegoro ini, para buruh tani segera mempunyai lahan atau sawah sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangannya, dan selanjutnya dikembangkan menjadi Agro atau Ekowisata yang akhirnya mengangkat kesejahteraan petani,” pungkas Kang Johari Mustawan. *[Bp]

data bojonegoro

LEAVE A REPLY