Bengawan Solo Siaga Kuning, Banyak Sawah Kebanjiran

913
Foto : Saat Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo dan Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro bersama Kalaksa BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo lakukan pemantauan di Sungai Bengawan Solo

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Untuk antisipasi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo dan Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro bersama Kalaksa BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo lakukan pemantauan di Sungai Bengawan Solo, Selasa (11/10/2016).

Dengan menaiki perahu karet, rombongan menyusuri Sungai Bengawan Solo untuk memantau Tinggi Muka Air (TMA) di wilayah Bojonegoro yang diawali dari Bendung Gerak sampai dengan Taman Bengawan Solo (TBS). Yang mana saat ini Bengawan Solo sudah berada pada status Siaga Kuning (Siaga II).

“Untuk mengatisipasi bencana banjir, maka kami lakukan patroli bersama. Sekaligus menghimbau kepada masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo untuk meningkatkan kewaspadaan dengan adanya intensitas hujan yang tinggi ini,” ungkap Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo.

Ditambahkan oleh Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. herry Subagyo, bahwa kondisi ini diprediksi akan terus terjadi dalam beberapa hari kemudian. Dengan kondisi itu, tinggi muka air akan terus naik dan saat ini sudah memasuki siaga kuning (Siaga II).

“Untuk itu dimohon kewaspadaan dan kehati-hatian masyarakat sepanjang bantaran dalam melaksanakan aktifitasnya. Seperti dalam penyeberangan, karena dapat menimbulkan potensi bencana serta ancaman bahaya lainnya,” tegasnya.

Dalam patrol bersama ini juga dilakukan pemberian perlengkapan pelampung oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro kepada operator perahu disetiap tempat penyeberangan perahu tambang untuk dipergunakan pada ibu-ibu atau anak-anak pada setiap penyeberangan sungai Bengawan Solo.

“Untuk keselamatan, agar memberikan perlengkapan pelampung ini yang diperuntukkan ibu-ibu dan anak-anak setiap kali penyebrangan,” ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo menjelaskan bahwa, akibat siaga kuning di Bengawan Solo saat ini, banyak Desa dibantaran Bengawan yang areal persawahannya tergenangi air. Jika belum surut, dapat menyebabkan gagal panen

“Dengan intensitas curah hujan tinggi dalam beberapa hari ini yang terjadi di daerah-daerah aliran Bengawan, maka air sungai-sungai penuh dan akhirnya menyumbang ketinggian debit air Bengawan, Akibatnya desa-desa di Kecamatan Malo, Kecamatan Kanor, Kecamatan Baureno dan lainnya  saat itu kebanjiran sawahnya,” pungkasnya. *[Bp]

LEAVE A REPLY