Batik Dolokgede Binaan PEPC Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat

337
Foto : Peserta Lokakarya Media dan Media Gathering, saat kunjungi Rumah Batik Sekar Rinambat, di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Senin (26/11/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – PEPC (Pertamina EP Cepu) terus berupaya mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang salah satunya memberikan pembinaan ketrampilan pengolahan industri Batik di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Tri Astutik, salah satu Ketua Kelompok Rumah Batik Sekar Rinambat binaan PEPC menyampaikan, Industri Batik hasil kreasi masyarakat sekarang telah mampu dipasarkan di masyarakat, sehingga akhirnya menjadi penghasilan tetap bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Dolokgede

“Sejak adanya pembinaan industri batik oleh PEPC pada tahun 2016 lalu. Alhamdulillah, sampai saat ini Batik Dolokgede jadi penghasilan tetap bagi ibu-ibu. Karena setiap harinya, kami dapat memproduksi 5 hingga 7 lembar kain batik jenis cap berukuran 3.5 meter,” ungkap Tri Astutik, Senin (26/11/2018).

Disampaikan pula, terkait pemasaran Batik Dolokgede sudah beredar diwilayah Kecamatan Tambakrejo dan sekitarnya. Selain itu, juga pesanan dari berbagai lembaga untuk sovenir terhadap tamu dari luar daerah.

“Kami berharap untuk pemasarannya bisa semakin luas, dan juga adanya pelatihan untuk pola batik agar menarik masyarakat,” harap Tri Astutik, saat menerima kunjungan peserta Lokakarya Media dan Media Gathering di Rumah Batik Sekar Rinambat – Dolokgede.

Foto : Praktek pembuatan Batik Dolokgede, di Rumah Batik Sekar Rinambat – Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Senin (26/11/2018).

Sementara itu, Kunadi, selaku JTB Site Office & PGA Manager PEPC menyampaikan, bahwa Industri Batik Dolokgede ini bagian dari Program pengembangan masyarakat oleh PEPC.

Kenapa harus batik, Kunadi menjelaskan, bahwa hasil studi atau survei oleh Universitas 45 Surabaya hasilnya yang bisa dikembangkan diwilayah Proyek JTB adalah pertanian, peternakan dan ketrampilan, dan hasilnya dipilihkan adalah ketrampilan batik.

“Ibu-ibu ini kan dulunya nganggur, dan yang memungkinkan adalah kerja rumahan yakni dipilihkan ketrampilan membatik,” jelas Kunadi.

Sebelumnya, lanjut Kunadi. PEPC juga membuka kesempatan untuk para Ibu-ibu Desa Dolokgede untuk mengikuti Pelatihan membatik, dan dikirim sebanyak 50 warga untuk mengikuti pelatihan, kemudian hasilnya ada yang berkembang menjadi skala komersial.

“Dengan ketrampilan membatik ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan selanjutnya akan dilakukan peningkatan pelatihan kepada ibu-ibu dan diarahkan pola pemasaran Batik Dolokgede,” ucap Kunadi.

Ditambahkannya, bahwa pada Tahap awal pemasaran pihak PEPC mempromosikan juga agar kelompok kelompok masyarakat untuk Beli prodak yang bisa disampaikan untuk tamu dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Menurut Kunadi, fihak PEPC dalam peningkatan program pengembangan ini tetap dipantau, karena ada yang kurang dari segi pemasaran dan peningkatan kualitas polanya.

“Dulu diawal kita sarankan kerjasama dan kemasan untuk yang pantas, secara komersial dan sudah mulai layak dipasarkan, kemudian dikutkan pameran hingga tingkat nasional,” pungkas Kunadi. *[Bp]

data bojonegoro

LEAVE A REPLY