Bantu Kekeringan di Ngumpakdalem, Polsek Dander Droping Air Bersih

153
Foto : Anggota Polsek Dander - Polres Bojonegoro droping 1 tangki truk air bersih di Dusun Kedungrejo - Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (18/08/2019).
Foto : Anggota Polsek Dander - Polres Bojonegoro droping 1 tangki truk air bersih di Dusun Kedungrejo - Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (18/08/2019).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Dampak musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro membuat sejumlah warga dibeberapa wilayah kesulitan air bersih, salah satunya di Dusun Kedungrejo – Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Guna membantu masyarakat yang kekurangan air bersih di Dusun tersebut, Anggota Jajaran Polsek Dander – Polres Bojonegoro pada Minggu (18/08/2019) memberikan bantuan air bersih kepada warga di Dusun tersebut.

Sebanyak satu truk tangki air bersih dengan kapasitas 5 ribu liter, didistribusikan pada warga Desa tersebut, sementara puluhan warga yang mengalami kesulitan air bersih, dengan suka-cita menerima bantuan tersebut sambil mambawa jerigen atau bak penampungan.

Kapolsek Dander, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mashadi, SH. menuturkan, bahwa bantuan air bersih kepada warga di Dusun Kedungrejo – Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander tersebut dilaksanakan, karena warga di Dusun tersebut sedang kesulitan air bersih akibat musim kemarau tahun ini.

Menurutnya, meskipun ada dropping air bersih dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Bojonegoro, namun belum mencukupi, sehingga pihaknya berupaya membantu meringankan kesulitan warga yang kesulitan air bersih.

“Apa yang kita berikan hari ini semoga bisa bermanfaat dan meringankan kesulitan warga, yang Desanya dilanda kesulitan air bersih,” ucap Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, bantuan air bersih tersebut sesuai dengan program Kapolres Bojonegoro, yaitu Polisi Dulure Dewe (PDD), yang mana saat musim kemarau ini difokuskan untuk membantu warga masyarakat yang kesulitan air bersih.

“Melalui Bahbinkamtibmas setempat, kita pantau warga masyarakat mana saja yang mengalami kesulitan air bersih. Kami juga telah berkoordinasi dengan Forkopincam Dander dalam penanganan dampak musim kemarau ini,” tutur AKP Mashadi.

Untuk diketahui, pada musim kemarau tahun 2019 ini, kekeringan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro, setidaknya terdapat 74 desa di 19 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui BPBD Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 200 juta untuk air bersih atau sekitar 500 tangki air bersih, bagi warga masyarakat yang kesulitan air bersih. *[Bp]

data bojonegoro

LEAVE A REPLY