Bahayanya Flaka, Awas Jangan Pernah Mencoba Narkoba

909
Foto : Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo saat ikuti “Sosialisasi P-4GN”, Jum'at (09/06/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Upaya perang terhadap peredaran gelap Narkoba, khususnya diwilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Maka Kodim 0813 bekerjasama dengan Reskrim KBO Polres Bojonegoro mengadakan “Sosialisasi Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)”, Jum’at (09/06/2017).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ahmad Yani ini diikuti oleh anggota TNI dan PNS Kodim 0813 Bojonegoro beserta jajarannya.

Pasi Intel Kodim 0813 Bojonegoro Kapten Inf Harry Warsono mengatakan, bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menyatakan perang terhadap Narkoba. Maka jajaran TNI, khususnya di Bojonegoro sangat mendukung. Diawali dengan sosialisasi secara aktif, sehingga mampu berperan mencegah peredaran gelap Narkoba.

“TNI harus menjadi pionir, dan contoh penyebar luasan tentang bahaya Narkoba. Sehingga sosialisasi perlu dilakukan, agar tidak ada personel yang coba-coba menggunakan barang haram tersebut. Karena bagi TNI, sangsinya jelas di proses secara hukum jika ada yang terlibat,” terang Kapten Inf Harry Warsono.

Sementara itu, Iptu Mulyono dari Reskrim KBO Narkoba Polres Bojonegoro menyampaikan, bahwa saat ini ada jenis narkoba baru bernama flaka, yang mulai masuk tahun 2012 dan telah berkembang pada tahun 2017.

Menurutnya, narkoba jenis baru tersebut memiliki efek yang sangat berbahaya, dan sangat kuat. Karena mengandung zat sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan daya otak dan perubahan sifat menjadi zombie.

“Apabila zat tersebut masuk dalam tubuh, maka dapat menyebabkan ketergantungan yang sangat tinggi. Dan saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan,” ungkap Iptu Mulyono.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, juga dilakukan tes urine bagi anggota TNI dan PNS Kodim 0813 Bojonegoro beserta jajarannya. Dalam tes urine ini, tidak ada diketemukan bagi anggota yang mengkonsumsi narkoba alias negatif. *[Bp]

LEAVE A REPLY