Awas Banjir, Bengawan Solo Sudah Siaga Merah

840
Foto : Saat personel BPBD Kabupaten Bojonegoro memasang fiskal baru / alat ukur ketinggian baru di Taman Bengawan Solo Bojonegoro, Jawa Timur, karena alat ukur 15 sudah tidak kelihatan.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo terus meluas di beberapa wilayah, dan mengakibatkan aktifitas warga terganggu. Apalagi ketika Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo cenderung naik maka semua fihak dibutuhkan partisipasinya menghadapi bencana banjir ini.

Berdasarkan laporan dari Kantor UPT. PSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, bahwa hari ini Kamis (01/12/2016) jam 13.00 Tinggi Muka Air (TMA) terpantau pada angka 15.05 Peilschal, yang mana itu sudah masuk posisi Siaga Merah (Sianga III) cenderung naik.

Untuk itu, sejak Rabu (30/11/2016) malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro sudah melakukan penutupan doorlat (pintu tanggul darurat) yang dimulai di kawasan Kelurahan Jetak sampai di Jalan Jaksa Agung Kelurahan Banjarjo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD, MZ Budi Mulyono ketika ditemui semalam di kantornya menyatakan, bahwa sejak pukul 18.00, BPBD sudah melakukan droping karung – karung pasir dan kayu penutup doorlat di kurang lebih 71 pintu doorlat.

“Malam ini seluruh personil BPBD bersama warga mulai melakukan penutupan doorlat, ketika TMA sungai Bengawan Solo di angka 14.90 Peilschal,” ujarnya.

Menurutnya kenaikan air ini dipengaruhi oleh tiga hal, yakni pasang air laut yang terjadi sehingga air sungai tak bisa masuk kelaut. Faktor kedua adalah intensitas hujan lebat yang masih terjadi di beberapa daerah hulu sehingga berdampak pada peningkatan air di daerah hilir sungai bengawan solo seperti di Kabupaten Bojonegoro.

“Selain itu, ditambah lagi intensitas hujan lokal yang terjadi membuat anak  -anak sungai bengawan solo meluap. Kini ketika bengawan solo dalam kondisi tinggi, maka secara otomatis anak – anak sungai ini mengalami hambatan untuk mengalir,” jelasnya.

Oleh karenanya, lanjut Budi. Dirinya menghimbau warga untuk bersabar juga memastikan keamanan harta benda dan keluarga. Lalu untuk para orang tua dihimbau mengawasi anaknya yang bermain di genangan agar mencegah jatuhnya korban jiwa, serta mohon partisipasi kerjasama semua fihak dalam menghadapi siaga merah ini.

Sementara itu, dalam pemantauan media, Kamis (01/12/2016) pagi, di sepanjang Kelurahan Jetak sampai Taman Sungai Bengawan Solo (TBS) Bojonegoro, memang pintu – pintu doorlat sudah terpasang, utamanya daerah – daerah yang rendah.

Adapun daerah yang terdampak kenaikan TMA sungai Bengawan Solo ini meliputi Kecamatan Balen, Kecamatan Trucuk, Kecamatan Kapas, Kecamatan Dander, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kecamatan Kanor, Kecamatan Baureno, Kecamatan Kalitidu, Malo, Padangan, Purwosari, Gayam, Sumberejo dan Kecamatan Ngarho. *[Bp]

Berikut nama – nama Desa / Kelurahan di 14 Kecamatan se- Kabupaten Bojonegoro yang terkena dampak kenaikan TMA sungai Bengawan Solo :

  1. Kecamatan Balen : Desa Sarirejo, Kedungdowo, Sekaran, Kedungbondo, Mulyoagung, Mulyorejo, Pilanggede, Lengkong dan Prambatan.
  2. Kecamatan Trucuk : Kandangan, Sumbangtimun, Guyangan, Trucuk, Mori, Tulungrejo, Padang, Kanten, Banjarsari, Sranak, Sumberjo, Pagerwesi, Sukoharjo.
  3. Kecamatan Kapas : Ngampel, Kalianyar, Bogo, Sambiroto, Bakalan, Tikusan;
  4. Kecamatan Dander : Desa Ngablak dan Ngulanan.
  5. Kecamatan Bojonegoro Kota : Semanding, Kalirejo, Mulyoagung, Campurejo, Jetak, Ledokwetan, Kauman, Banjarjo, Ledokkulon, Klangon.
  6. Kecamatan Kanor : Piyak, Cang’an, Tejo, Pilang, Prigi, Kabalan, Kanor, Tambahrejo, Semambung, Simbatan.
  7. Kecamatan Baureno : Pucangarum,Kadungrejo, Lebaksari, Tanggungan, Kalisari, Kauman, Karangdayu, Pomahan, Gunungsari, , Gajah, Tulungagung, Bumiayu, Trojalu, Sembunglor, Sraturejo, Sumuragung, Tlogoagung, Pasinan.
  8. Kecamatan Kalitidu : Sukoharjo, Mojosari, Pilangsari, Mayangrejo, Mojo, Leran, Panjunan, Mlaten, Brenggolo, Pungpungan dan Ngringinrejo.
  9. Kecamatan Malo : Dukuhlor, Kemiri, Ngujung, Semlaran, Tanggir, Tulungagung, Malo, Trembes, Sudah, Kacangan, Kliteh, Petak dan Rendeng.
  10. Kecamatan Padangan : Tebon, Prangi, Dengok, Kuncen, Nguken, Sidorejo, Banjarejo, Purworejo dan Kebonagung.
  11. Kecamatan Purwosari : Desa Purwosari; Kecamatan Kasiman Desa Betet dan Batokan.
  12. Kecamatan Gayam : Beged, Ngraho, Sudu, Cengungklung, Manukan, Begadon dan Katur. Desa Sumuragung.
  13. Kecamatan Ngarho : Desa Mojorejo dan Summertime.
  14. Kecamatan Sumberejo

LEAVE A REPLY