Awali Tahun 2018, Pak Mul Ingatkan SKPD

333
Foto : Sekda Kabupaten Bojonegoro, H. Soehadi Moeljono (Pak Mul).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Pada Selasa (02/01/2018) pagi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, H. Soehadi Moeljono (Pak Mul) memimpin Apel pagi di Lingkup Pemerintah Kabupten (Pemkab) Bojonegoro pada hari pertama masuk kerja tahun baru 2018.

“Selamat Tahun baru 2018 kepada bapak – ibu semuanya yang hadir pada apel ini. Semoga kedepan, kinerja kita sebagai pelayan masyarakat semakin baik lagi,” ujar Sekda Kabupaten Bojonegoro, Pak Mul dihadapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Se – Lingkup Pemkab Bojonegoro.

Pada Apel ini, tak lupa Pak Mul mengingatkan kepada seluruh pimpinan SKPD untuk melakukan evaluasi dan refleksi diri atas kinerja ditahun lalu dan capainnya, kemudian merumuskan target kinerja yang akan dilakukan ditahun 2018.

“Kepada seluruh pimpinan OPD untuk segera melakukan evaluasi. Kita harus hati – hati dalam mensikapi aturan, bolah takut namun tidak berlebihan. Karena yang bisa mengamankan tanggungjawab kita, bukan orang lain namun hanya diri sendiri dan Allah SWT,” tandas Pak Mul.

Masih dalam kesempatan ini, Pak Mul benar – benar menekankan ke hati – hatian, dan harus disikapi dengan seksama. Serta dirinya juga meminta kepada hadirin untuk dapat meluangkan waktu sebelum ada evaluasi internal atau SPIP maupun evaluasi eksternal seperti pemeriksaan dari BPK RI.

“Saat ini ada hasil pemeriksaan inspektorat yang belum untuk ditindak lanjuti, bahkan ada surat Bupati agar segera ditindaklanjuti sehingga ada kejelasan. Hal lain yang harus diperhatikan oleh PNS Se- Bojonegoro adalah dalam hal administrasi surat menyurat,” jelas Pak Mul.

Diungkapkannya, bahwa Pemkab Bojonegoro ditahun 2016 memiliki hutang belanja mencapai 144 milyar rupiah. Sedangkan tahun 2017 lalu ada juga catatan hutang belanja, namun catatan resminya sudah ada kini dalam perhitungan.

Karenanya, Pak mul sekalilagi berharap kepada SKPD untuk segera melakukan evaluasi dan langkah sesuai aturan. Meski diketahui beberapa proyek seperti infrastruktur jalan ada yang belum selesai 100 persen, namun kalau sudah sesuai kontrak diharapkan secepatnya bisa dibayar pada bulan Januari 2018 ini.

“Jika proyek tidak selesai sesuai kontrak yang ditandatangani, dimohon untuk dicek. Kemudian terkait dengan apa yang dimaksud dengan perpanjangan 50 hari agar benar – benar dicermati dan dipelajari sehingga tidak berdampak secara hukum,” pesan Pak Mul.

Lebih lanjut Pak memaparkan, bahwa kekuatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro sebanyak 30 persen bergantung dari perolehan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas bumi (DBH Migas). Namun beberapa tahun lalu, kita mengalami lebih salur yang berdampak pada pengurangan anggaran disektor DBH.

“Memasuki tahun 2018 ini, sinyal pendapatan kita hanya 70 persen. Untuk itu, lakukanlah kegiatan dengan time scedule dan yang menjadi prioritas,” pungkas Pak Mul seraya berpesan. *[Bp]

LEAVE A REPLY