Atasi Kemarau Panjang, 12 Desa Dibantu Air Bersih Unigoro

98
Foto : Dropping air bersih dari Unigoro untuk warga Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (03/11/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Pada Sabtu (03/11/2018), Universitas Bojonegoro (Unigoro) menyalurkan atau dropping air bersih untuk 7 Desa yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Bojonegoro.

Adapun 7 Desa itu yakni Desa Kasiman, Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman. Lalu Desa Trenggulungan, Kecamatan Ngasem, dan Desa Malingmati, Gamongan, Kecamatan Tambakrejo. Kemudian Desa Tlatah, Kecamatan Purwosari, serta Desa Bakulan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB) – Unigoro, Mas Arief Januwarso mengatakan, bahwa bantuan yang diberikan untuk warga yang terdampak kekeringan ini merupakan salah satu kegiatan sosial di masyarakat yang dilakukan oleh Unigoro.

“Unigoro ingin agar kegiatan sosial yang dilakukan bisa berdampak langsung ke masyarakat, salah satu kegiatan yang kami lakukan yakni memberikan bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Mas Arief Januwarso.

Selain 7 Desa tersebut, pengiriman air bersih akan kembali dilakukan pada hari Minggu, 04 November 2018, dengan tambahan 5 desa yang belum didatangi. Yakni Desa Clebung dan Cancung, Kecamatan Bubulan. Lalu Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, serta Desa Pejok dan Kepoh, Kecamatan Kepohbaru.

“Kami dari Unigoro hanya bisa membantu semaksimal mungkin, yakni total sebanyak 12 tangki yang pengirimannya berkordinasi dengan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro untuk 12 desa terdampak kekeringan,” terang Kabiro Kemahasiswaan Unigoro, Didiek Wahyu Indarta, SH, S.p1., saat turut mendistribusikan bantuan air bersih tersebut.

Didiek Wahyu Indarta, SH, S.p1. menyampaikan pula, pihaknya berharap bantuan yang diberikan oleh Unigoro tersebut dapat menjadi manfaat bagi masyarakat yang memang membutuhkan air bersih akibat kekeringan kemarau.

“Semoga air yang kami berikan dapat membantu kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan,” tutur Dosen Fakultas Hukum Unigoro tersebut.

Foto : Kabiro Kemahasiswaan Unigoro, Didiek Wahyu Indarta, SH, S.p1., saat turut mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (03/11/2018).

Penting diketahui. Akibat kekeringan dan krisis air bersih tahun 2018 membuat para warga Bojonegoro kusususnya yang berada dipedesaan tidak bisa memenuhi kebutuhan harian, utamanya untuk memasak. Karena ketiadaan sumber air disekitar Desa, membuat warga harus mengambil air di sumber air yang letaknya cukup jauh.

Wariman, salah satu warga desa setempat menyampaikan, kemarau pada tahun ini dirasa menjadi yang paling berat dan sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.

Sebelumnya, warga desa setempat baru dua kali mendapatkan bantuan air bersih tersebut dan berharap adanya kembali bantuan air yang dirasakan sangat membantu masyarakat.

“Baru dua kali dapat bantuan air, susah air disini kalau kemarau. Ya semoga ada bantuan lagi,” harap Wariman, ditengah antrean mengambil air.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rusmiyati, warga Desa / Kecamatan Kasiman yang mengaku sangat terbantu dengan adanya dropping air bersih ini. Karena Ia biasanya mengambil air sejauh 3 Km dari rumahnya untuk mencukupi kebutuhan air sehari-harinya selama musim kemarau.

“Alhamdulillah dapat bantuan air ini, kami sangat terbantu,” ungkap Rusmiyati.

Sementara itu, dropping air bersih yang dimulai Sabtu Pagi disambut sangat antusias oleh para warga sejak dari titik pertamanya di Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro sampai 6 Desa lainnya. *[Bp]

LEAVE A REPLY