Asyiknya Parkour di Bojonegoro

1236
Foto : Saat Komunitas Parkour Bojonegoro latihan di Alun-alun Kabupaten Bojonegoro

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Ternyata Parkour juga diminati remaja di Indonesia. Hal ini terliat saat tiga anak muda anggota komunitas Parkour Bojonegoro, sedang asyik berlatih “Parkour”, di Alun-alun Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (08/03/2016) jam 16.30 WIB.

Begitu uniknya gerakan Parkour ini menyebabkan banyak pengunjung di Alun-alun Bojonegoro, tertarik melihat atraksi-atraksi Parkour yang diperagakan oleh para remaja dari komunitas Parkour Bojonegoro ini.

Parkour sendiri adalah gabungan seni dan olahraga, yang mana pemainnya melakukan perpindahan gerakan badan secara cepat ke tempat lainnya, biasanya gerakannya terdiri atas lompatan. Untuk pemain parkour laki-laki disebut “traceur”, dan “traceuse” untuk perempuan.

Parkour dideskripsikan dan dikenalkan ke seluruh dunia oleh seorang pria berkebangsaan Perancis yang dikenal dengan nama David Belle, yang terinspirasi ayahnya yang berprofesi sebagai petugas pemadam kebakaran.

Parkour yang awalnya berkembang di Perancis, lalu menyebar ke daratan Eropa dan akhirnya ke seluruh dunia termasuk di Indonesia juga. Dalam perkembangannya, parkour/freerunning di Inggris menjelma menjadi semacam olahraga jalanan yang banyak diminati oleh para remaja.

Menurut Ketua Komunitas Parkour Bojonegoro, Irfan bahwa Komunitas Parkour di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sudah ada sejak tahun 2011, dan anggota komunitasnya sudah berkembang di beberapa sekolah se-Bojonegoro.

“Saya sudah lima tahun mendirikan komunitas ini, anggotanya sekitar 15 orang yang berasal dari berbagai sekolah di Bojonegoro ini,” ujarnya kepada media seusai latihan Parkour di Alun-alun Bojonegoro.

Lebih lanjut Irfan mengharapkan bahwa, dengan adanya  parkour di Bojonegoro, bisa sebagai salah satu bentuk kegiatan positif bagi para remaja. Untuk itu, Komunitas Parkour Bojonegoro menjadwal kegiatan latihannya seperti komunitas olahraga atau seni lainnya.

“Biasanya latihan kami hari minggu, kalau selain hari minggu hanya untuk mengisi waktu luang saja, daripada sepulang sekolah nganggur di rumah tidak ada yang dikerjakan. Maka lebih baik kami menggunakannya untuk hal yang bermanfaat dan positif seperti ini,” pungkasnya. [Red]

LEAVE A REPLY