Angkat Taraf Ekonomi, PAD IPB Melatih Petani Wotanngare Budidayakan Jambu Kristal

409
Foto : Talkshow LGTAC 2018 yang digelar PAD IPB, di Balai Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (24/01/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Paguyuban Angling Dharma (PAD) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang merupakan Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA) Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan pengabdian tahunan “Let’s Go to Agriculture (LGTAC) 2018”, di Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Firda Hidayatul Laili Ichsan selaku panitia menyampaikan, LGTAC 2018 yang bertema “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Inovatif dengan Budidaya Jambu Kristal Hasil Inovasi IPB” ini, untuk memberikan pemberdayaan petani dan penyuluhan tentang pertanian yang tepat, sehingga kesejahteraan petani di Kabupaten Bojonegoro dapat segera terwujud.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat masyarakat untuk mau memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur menjadi sentra jambu kristal. Sehingga harapannya Desa Wotanngare dan sekitarnya akan menjadi salah satu potensi usaha budidaya jambu kristal,” ujar Firda kepada Bengawanpost usai acara, Rabu (24/01/2018).

Foto : Praktek menanam jambu kristal, di lahan milik Mundir petani Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (24/01/2018).

Dijelaskannya pula, acara LGTAC 2018 dimulai talkshow yang dimoderatori Puguh Andhi Setiawan (Alumni IPB) dengan menghadirkan narasumber Qomaruddin, dan Djoko Pudjo Wiyono dari Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bojonegoro, serta Abdul Majid (Petani sukses jambu kristal dari Desa Padang, Kecamatan Trucuk), juga Moh. Agus Jamaluddin (Alumni IPB).

“Materi yang disampaikan para narasumber talkshow adalah mengenai potensi pengembangan jambu kristal di Bojonegoro, dan teknik budidaya jambu kristal, serta motivasi dan prospek hasil usaha jambu kristal. Bahkan ditengah – tengah talkshow, peserta dapat mencicipi langsung buah jambu kristal yang dibawa Abdul Majid loo,” jelasnya.

Ditambahkannya, sesudah talkshow, para petani diajak ke lahan untuk mempraktikkan secara langsung menanam jambu kristal yang baik dan benar dengan arahan oleh panitia dan Abdul Majid. Selanjutnya acara ditutup dengan pembagian bibit jambu kristal kepada para peserta dengan menukarkan kupon yang telah dibagikan saat registrasi.

“Terimakasih kepada semua pihak dalam menyukseskan acara ini. Utamanya kepada Distan Bojonegoro yang mengapresiasi atas inisiatif dan kreativitas PAD IPB dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis pertanian ini, sehingga petanipun menjadi tertarik untuk membudidayakan jambu kristal,” tambah Firda seraya berterima kasih.

Foto : Jambu kristal.

Sementara itu, Djoko Pudjo Wiyono selaku Sekretaris Distan Kabupaten Bojonegoro sekaligus narasumber talkshow, menyambut baik semangat dari petani dan PAD IPB untuk mengembangkan usaha jambu kristal di Desa Wotanngare ini. Karena dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif akan membawa banyak hal positif, mulai memperbaiki kondisi tanah sampai mampu meningkatkan sektor perekonomian warga.

“Semoga setelah diberi ilmu dan dilatih, para petani tergerak untuk melakukan budidaya tanaman jambu kristal apalagi harga jambu kristal relatif menjanjikan di pasar,” harap Djoko Pudjo Wiyono.

Untuk diketahui, dalam LGTAC 2018 selain diikuti 50 peserta yang terdiri dari petani di Desa Wotanngare, nampak hadir pula Mundir selaku pemilik lahan untuk praktik menanam jambu kristal, Abdul Manan selaku Kepala Penyuluh Pertanian Kecamatan Kalitidu, Serda Boedi P selaku Babinsa Wotanngare, dan sejumlah Alumni PAD IPB, serta undangan lainnya. *[Bp]

LEAVE A REPLY