Amanat Mensos RI Khofifah Indar Parawansa di Hari Pahlawan Ke- 71

559
Foto : Wabup Bojonegoro, Drs. Setyo Hartono saat membacakan Amanat Mensos RI Khofifah Indar Parawansa dalam upacara peringatan Hari Pahlawan Ke- 71, 10 Nopember 2016, di Alun-alun Bojonegoro, Jawa Timur.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Drs. Setyo Hartono menjadi Inspektur Upacara (Irup) dan Kanit Reskrim Polsek Kota Bojonegoro, AKP Bambang Ady Trenggani sebagai Komandan Upacara (Dan Up) peringatan Hari Pahlawan ke-71, Kamis (10/11/2016), di Alun-alun Kabupaten Bojonegoro. Upacara berlangsung khidmat, dengan ditandai dengan mengheningkan cipta selama 60 detik.

Upacara yang dihadiri Forpimda, diantaranya Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo, Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro, DPRD Bojonegoro, jajaran TNI, Polri, Satpol PP, Linmas, PNS, Mahasiswa, Pelajar mulai tingkat SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat ini, diawali pengibaran Bendera Merah Putih dan pembacaan pesan-pesan pahlawan serta pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945.

Wabup Setyo Hartono selaku Irup dalam amanatnya saat membacakan sambutan Mensos RI Khofifah Indar Parawansa mengatakan, setiap tanggal 10 Nopember diperingati hari pahlawan. Peristiwa ini merupakan pelajaran sebagai warisan terbaik bangsa kita. Warisan itu bukanlah warisan politik kekuatan, namun politik harapan.

Lebih lanjut Wabup Setyo membacakan, bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangaan. Dan sekarang kita berada pada taraf investasi, yakni investasi ketrampilan, material dan investasi mental.

Dalam pandangannya, investasi ketrampilan dan material amat penting. Akan tetapi, yang lebih penting lagi adalah investasi mental. Karena investasi ketrampilan dan material tidak bisa menjadi dasar persatuan dan kemakmuran bersama tanpa didasari investasi mental.

Oleh karena itu, maka pemerintah berusaha mendorong gerakan revolusi mental, diharapkan gerakan ini bisa mendorong gerakan hidup baru, dalam bentuk perombakan cara berpikir, cara kerja, cara hidup, yang merintangi kemajuan, serta peningkatan dan pembangunan cara berpikir, cara kerja dan cara hidup yang lebih baik.

Diakhir sambutannya, Mensos RI mengharapkan, dengan gerakan tersebut dapat gelorakan semangat baru. Diibaratkan semangat kita ini adalah bangsa yang berhati putih, bertekad baja, bersemangat elang rajawali dan berjiwa api yang menyala-nyala. Itulah mental yang harus dimiliki di era ini, agar kita mampu membangkitkan semangat kebangsaan, serta menumbuhkan nilai kepahlawanan dalam NKRI.

Perlu diketahui, sambutan Mensos RI tersebut sejalan dengan tema Hari Pahlawan 2016, yaitu “Satukan langkah untuk negeri, untuk persatuan dan kesatuan, berjuang berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini”. *[Bp]

LEAVE A REPLY