Alternatif Harapan Petani Dengan Sistem Tanam Singgang

648

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Sejak adanya sistem tanam singgang untuk tanaman padi, Qomaruddin Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Mencoba menerpakannya ke sekitar 75 hektar lahan miliknya dan milik masyarakat di Kecamatan Sokosewu. Singgang sendiri adalah tunas atau anakan yang tumbuh dari tunggul padi setelah panen, dan penerapan tekhnologinya dengan konsep Pengelolaan Tanaman secara Terpadu (PTT) padi sawah, yakni tanam secara jajar legowo (jarwo) 2:1.

Menurut Qomarudin, dalam wawancara dengan Bengawanpost.com (Kamis, 05/05/2016), di rumah kediamannya, “Keuntungan tanam singgang ini, petani bisa panen minimal tiga kali dan bisa berhemat 30 % jika dibanding tanam ulang. Pasalnya petani tidak perlu mengeluarkan biaya olah tanah, membeli benih dan biaya menanam,” kata Qomar yang aktif bersosialisasi tentang pertanian di berbagai radio lokal Bojonegoro .

Sistem ini patut dicoba sebagai alternative harapan bagi petani, disaat mahalnya ongkos memproduksi tananam padi, bahkan seringnya petani hanya sekedar memperbaharui hutang, dan itu dapat terwujud atas dukungan semua fihak. Saat disinggung mengenai kebijakan Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro atau minimal ada himbauan untuk menerapkan singgang ini? Qomar mengatakan secara diplomatis, “Semua kebijakan tentu kembali kepada masing-masing personal pimpinan mas,” pungkas Qomar. [Zuh/Id]

LEAVE A REPLY